Minggu, 18 September 2016

Love (Part I)

Spesial for Someone

Ketika Allah memberikan amanah kepada Anda untuk mencitai seseorang, maka penuhilah amanah itu
Ketika Allah memberikan amanah kepada anda untuk menjaga sebuah hati, maka jaglah hati itu
Ketika Allah memberikan amanah kepada anda berupa seseorang, maka jagalah orang itu

Lirik lagu ini sekedar untuk kau tahu (OST. Ketika Cinta Bertasbih)

Walau aku senyum bukan berarti 
Aku selalu bahagia dalam hari 
Ada yang tak ada di hati ini 
di jiwa ini Hampa…

Ku bertemu sang adam di simpang hidupku 
Mungkin akan ada cerita cinta 
Namun ada saja cobaan hidup 
Seakan aku hina

Tuhan berikanlah aku cinta 
Untuk temaniku dalam sepi 
Tangkap aku dalam terangMu
Biarkan lah aku punya cinta
Tuhan berikanlah aku cinta 
Aku juga berhak bahagia 
Berikan restu dan halalMu 
Tuhan beri aku cinta…

Power Of Positif Thinking

Power of Positif Thinking(About Love)
Kekuatan berfikir positif akan menguatkan kita agar terus berusaha untuk mencari belahan jiwa kita. Berdoa saja ternyata belum cukup, tetapi masih harus disertai dengan ikhtiar dan juga berprasangka baik terhadap Allah SWT. Yakinlah bahwa Allah sudah menyiapkan kita seseorang yang kelak akan menemani perjalanan kita menuju surganya.

Istikharah Cinta


Ya Allah.
Aku memohon kepadaMu pilihan yang terbaik(dalam memecahkan masalah) dengan IlmuMu, serta aku memohon anugerahMu ang Agung, karena Engkau Maha Kuasa, sedangkan aku tidak memiliki kemampuan. Engkau Maha Mengetahui, sedangkan aku tidak. dan Engkaulah Maha Mengetahui hal-hal yang ghaib.
Ya Allah
Jika Engkau mengethaui bahwa persoalan ini baik bagiku dalam agamaku, kehidupan, dan dampak persoalanku(dalam waktu dekat atau jangka panjang), maka berilah aku ketetapan, mudahkanlah aku untuk melaksanakan ketetapan itu) dan berkatilah ketetapan itu.
Sebaliknya, jika Engkau Mengetahui bahwa persolan ini buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan dampak persoalanku(dalam waktu dekat atau jangka panjang) maka, hindarkanlah pengambilan ketetapan itu dariku dan hindarkanlah aku dari persoalan itu. Dan tetapkanlah bagiku yang terbaik dimanapun, dan ridhailah aku dalam menerima ketetapan itu.

Selasa, 30 Agustus 2016

From Deep in My Heart

Sungguh. Aku mengakui itu. Diantara malam-malam yang terlewati aku titipkan sebait rasa untukmu disana. "Aku merindumu kini". engkau percaya atau tidak. that's your problem. Dan diantara malam-malam itu juga aku titipkan luapan kecewa, kesal, sedikit amarah yang aku bumbui dengan sedikit airmata. Rasanya gado-gado. Meluap-luap namun masih terkendalikan. Aku manusia biasa. Engkau harus tau itu. Biarkan aku belajar merelakan. Merelakan sesuatu yang menurutmu harus dengan "ikhlas". Tak mudah melakukan "ikhlas". Ikhlas itu berarti melupakan. Itu menurutku. Realnya. aku belum mampu melupakanmu. Kau tahu mengapa? Because masih tersisa setitik rasa. Rasa yang pernah ada diantara dua hati. Rasa yang pernah dibuat dalam langkah-langkah kecil nan nyata aku rasakan. Dan ku yakini kaupun jua rasakan itu.

Sejujurnya. Aku pun mengakui itu. Aku jua ingin melupakanmu. Namun malam seolah menolakku untuk melakukan itu. Dilema yang berkepanjangan. Ku ingin semua berakhir. Dengan hati yang lapang. Menerima keadaan apa adanya. Bersama atau tidak. Ku ingin lalui hidup dengan senyuman.

Malam... Sampaikan salamku padanya. Bahwa aku merindunya. Pun jua aku ingin melupakannya. Benar-benar berada diantara dua tebing dengan jurang yang terjal dibawahnya.

Malam..perlu kau tahu bahwa Aku tak mau menyerah. never give up

Minggu, 26 Juni 2016

Just To Be Honest #3


Lagi..
Sedih itu datang menghampiri
Sejenak dada ini terasa sesak
Kala mengingat dirimu

Sekian kalinya
Mata ini berair
Bukan inginku 'tuk menangis
Bukan harapku sedih ini berhujung air mata
Namun kecewa yang terlalu
Membuat bongkahan asa itu
Terbelah berkeping keping

Tak lagi ada
Gelak tawamu dalam hariku
Canda tawamu dalam benak ku
Seolah itu semua lenyap begitu saja
Semudah itukah??

Lelah rasanya hati ini
Penat rasanya diri ini
Ketika amamu muncul dalam benakku
Entah kenapa begitu

Akh..sudahlah
Begini saja jalannya
Biar nanti terjawab sesuai kehendakNya
Aku pasrah


Kamis, 09 Juni 2016

Just To Be Honest #2

Aku tak pernah meminta
Mata ini 'tuk menangis
Atas ketidak adanya dirimu
Kala jalan yang pernah dilalui bersama
Tak lagi berasa yang sama

Jujur..
Aku kini menangis
Karena rajutan indah pernah kita buat
Yah..
Melalui jalan ini
Aku kini mengenangmu
Bukan lagi bersamamu

Wahai sang kekasih hati
Taukah engkau
Kini aku menangisi mu
Menangisi rajutan kasih yang pernah kita untai
Menangisi mengapa kita tak bersama lagi
Menangisi satu pertanyaan dalam hati
"Mengapa kau tak disisiku lagi?"

Wahai sang kekasih hati
Taukah engkau
Aku merindukanmu
Kemaren, kini, dan nanti
Karena sosokmu begitu istimewa
Bukan karena kelebihan yang kau miliki
Istimewamu adalah kesederhanaanmu
Aku mencintaimu karena kekuranganmu
Apapun kata orang
Aku tetap mencintaimu
Karena Allah menciptakanMu
Untuk menjadi sosok yang aku cintaiku karena kekuranganmu

Mungkin engkau tak tahu
Isi hatiku yang seperti ini

Sang kekasih hati
Semoga kau tahu melalui skenario Allah nanti
Karena skenario Allah akan lebih indah
Dengan satu harap yang mendalam kepada Sang Maha Pencipta Mahluk Hidup
Engkau diciptakan untukku
Untuk saling memenuhi kekurangan masing-masing
Dan..
Air mata kerinduan yang jatuh tanpa paksaan ini
Akan berganti dengan airmata keharuan akan kebahagian
Bahagia karena menangis dalam dekapmu
Dekapan sang suami tercinta

Allah..
Engkau Maha Melihat
Goresan ku ini tanpa terlewati satu huruf pun
Maka ya Allah
Kabulkan satu harapku ini
Semoga...
Amin..




Kamis, 05 Mei 2016

Sebuah Harapan Untuk Calon Suami

Assalamu'alaikum..
Ku memulakan biaca
Moga dirimu, senantiasa di dalam Ridho Ilahi walau di mana jua berada. Tulisan ini ikhlas kucoretkan buat insan yang belum kukenali. Namun.kutetap yakinkan diri bahwa kau pasti kan hadir suatu hari nanti menemaniku mengarungi hidup di dunia yang penuh dengan pancaroba..

Kepada calon suamiku, usiaku kini makin bertambah dari hari ke hari. Harapanku agar tahun-tahun yang berlalu, meski pu memudarkan keremajaanku, namun tidak akan pernah memudarkan ghirah Islamiah yang ada. Mudah-mudahan aku dapat tetap beristiqamah di jalanNya. Syukur jua ku panjatkan karena pergaulanku tetap terjaga dan terbatas.

Seiring berjalannya waktu, aku berusaha mengisi ruang tiap kesempatan yang ada dengan segala kebaikan. Aku semakin yakin berhadapan dengan manusia pelbagai ragam dan rupa. Baru sedikit itulah yang bisa kulakukan sebagai tanda syukurku atas nikmatNya yang tidak terhitung.

Calon suamiku, aku maklum. Bila sampai detik ini kau bekum jua hadir. Aku yakin ketidakhadiranmu semata-mata karena kesibukan melakukan kebaikan dan menjalankan ibadah. InsyaAllah, hal itu akan membuat penantian ini seakan tak pernah ada.

Calon suami..dimanapun kau berada. Jika engkau memang disediakan untukku didunia ini, bila kau sudah siap untuk menambah satu amanah lagi dalam kehidupan ini, yang akan menjadi tanggungjawab di hadapan Allah..Semoga, maka datanglah...

Ikhlas dari : Calon Istrimu..

Adapted by : Mutiara Amaly volume 22