Jumat, 04 April 2014

Tinggalkan Jakarta Secepatnya


Wacana tentang rencana pemindahan ibukota Jakarta sehubungan dengan masalah ibukota hingga saat ini belum ada realisasinya. Masalah-masalah yang terkait dengan Jakarta belum juga ada solusi yang tepat. Ide-ide dan berbagai alternatif solusi yang sempat terlontar dari pemerintah masih berupa teori saja. Kemacetan, kepadatan penduduk, banjir, tindak kriminal, dan berbagai permasalahan lain semakin kompleks di Jakarta. Pola hidup, lifestyle, semakin tak karuan di ibukota. Namun Jakarta, seperti kita tahu selalu menjadi tujuan dan impian setiap orang yang ingin merantau meraih kesuksesan.

Jakarta memang menjanjikan. Hingga satu sisi pertimbangan tidak terbersit dari pemikiran para penghuni ibukota ini. Bahwa Jakarta bukanlah tempat yang layak untuk dihuni bagi manusia yang ingin hidup normal. Hidup normal tanpa macet, banjir, dan hiruk pikuk dunia malam. Kualitas hidup yang dijalani di ibukota Jakarta bukanlah kualitas hidup yang sesungguhnya. Permasalahan yang begitu komplek berkaitan dengan ibukota Jakarta ini perlu mendapat perhatian yang sangat khusus. Solusi-solusi yang selama ini telah dilakukan dan belum membuahkan hasil harus lebih difokuskan lagi. Pemerintah, dalam hal ini presiden dan gubernur DKI harus bersama-sama membentuk satu tim pelaksana khusus penanggulangan masalah di ibukota. Berkaitan dengan pembentukan tim pelaksana khusus ini, sebaiknya dibentuk lebih spesifik sesuai dengan permasalahan yang ada. Diantaranya adalah sebagai berikut:

1.      Masalah kepadatan penduduk
Kepadatan penduduk menjadi masalah utama ibukota. Oleh karenanya, tim khusus harus dibentuk untuk menangani hanya khusus pada masalah kepadatan penduduk Jakarta saja. Dengan tugas dan tanggung jawab mencari solusi dan mengimplementasikannya secara maksimal dan konsisten. Tim ini dapat melakukan pembinaan bagi warga pendatang. Pembinaan ini bertujuan untuk mengingatkan mereka untuk pulang kampung. Atau juga pemberian solusi alternatif untuk merantau didaerah lain diluar Jakarta. Tentunya, warga pendatang ini tidak langsung dilepas atau diusir begitu saja dari kota Jakarta. Bekal berupa keterampilan, atau pemberian dana sebagai modal dan untuk menggantikan biaya yang telah mereka keluarkan untuk membangun rumah di Jakarta. Tentu, hal ini tidak akan menimbulkan spekulasi negatif dari warga pendatang karena kepulangan mereka ke kampung halaman tidak cuma-cuma.
2.      Masalah kemacetan
Masalah kemacetan timbul juga akibat dari semakin padatnya penduduk Jakarta dari tahun ke tahun. Untuk permasalahan ini, presiden juga bisa membentuk tim khusus menangani kemacetan. Yang perlu dilakukan oleh tim ini juga hanya difokuskan pada permasalahan kemacetan. Misalnya saja, pelarangan penggunaan mobil pribadi pada jam kerja. Semua karyawan baik pemerintah maupun swasta yang melakukan rutinitas kerja harus menggunakan kendaraan umum. Dan tim ini wajib memberlakukan denda atau sanksi yang berat pada pelanggar. Alternatif lain adalah penyediaan kendaraan jemputan gedung. Sama hal nya dengan mobil jemputan untuk karyawan atau buruh pabrik. Begitu juga dengan instansi pemerintah. Penyediaan kendaraan khusus pegawai negeri atau pemerintah akan mengurangi kepadatan kendaraan pribadi pada jam kerja. Solusi ini perlu diawasi dengan ketat oleh tim yang telah dibentuk. Dan temuan-temuan pelanggaran penggunaan kendaraan ini juga  harus mendapatkan sanksi dan denda yang sesuai.
Masalah lain yang berkaitan dengan penyebab kemacetan adalah parkir sembarangan. Kasus parkir sembarangan memang sudah menjadi rahasia umum. Namun, kasus ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Penerapan sanksi atau denda harus tetap diberlakukan. Untuk mewujudkan solusi ini, tim pelaksana penanggulangan kemacetan harus trus memantau setiap saat.
3.      Masalah Banjir
Banjir di ibukota sudah menjadi langganan tiap tahun. Selama itu pula tak ada cara yang tepat mencegah banjir. Dalam hal ini, tim khusus penanggulangan banjir dibentuk untuk mencari solusi pencegahan banjir. Hal ini dapat dilakukan dengan memonitor warga agar tidak membuang sampah di sungai. Berkaitan dengan banjir pula, kondisi Jakarta yang sudah padat dengan rumah penduduk perlu dibenahi lagi. Solusi pemulangan warga pendatang memberi ruang bagi pemerintah untuk mengubah rumah kosong yang ditinggalkan oleh warga menjadi lahan hijau. Dengan demikian, air hujan dapat diserap oleh tanah.
4.        Masalah Sampah
Berkaitan dengan sampah, solusi terbaik memang tak pernah akan kita temui jika sampah hanya dibuang meski ditempat yang benar. Karena sampah akan terus bertambah dari hari ke hari. Namun, dengan pembentukan tim khusus menangani sampah dapat menjadi alternatif yang dapat diterapkan di ibukota. Tim ini memiliki tugas untuk memisahkan sampah tiap-tiap warga yang dapat didaur ulang dan tidak. Sampah daur ulang harus distribusikan pada beberapa ibu-ibu kreatif yang memiliki keterampilan mendaur ulang sampah. Sedangkan sampah yang lain, jika dimungkinkan dapat dibuat pupuk kompos. Tim bentukan inilah yang akan menjembatani pendistribusian sampah daur ulang dan juga bagaimana pengolahan sampah menjadi barang yang berguna. Hingga sampah akan memiliki nilai yang berharga.

Tim khusus penanganan masalah-masalah di ibukota ini harus berdiri secara independen dibawah pengawasan gubernur DKI Jakarta. Tim ini dapat dibentuk dengan merekrut karyawan setiap tahun sesuai dengan kebutuhan. Harapan dari pembentukan tim khusus penanganan masalah Jakarta ini adalah mengembalikan ibukota sebagai tempat yang layak huni, bebas macet dan bebas banjir. Sehingga kualitas hidup yang diinginkan oleh sebuah keluarga dapat dimilki secara utuh. Dari semua solusi permasalahan yang ditemui di Jakarta ini dapat berhasil jika ada kerja sama dan dukungan dari semua penghuni kota metropolis ini. Kemungkinan ketidakberhasilan solusi tersebut bisa saja terjadi. Namun yang pasti, selama kita sadar bahwa tidak hanya Jakarta yang mampu mengubah nasib kita, lebih baik secepatnya tinggalkan Jakarta.


Bagaimana pendapat anda tentang Jakarta?yuk share di linknya...


Rabu, 02 April 2014

Indonesia Dalam Genggaman Enterpreneur



Tragedi Mei 1998, ketika Soeharto dipaksa turun dari singgasananya sebagai presiden RI masih belum memudar dari ingatan kita semua. Betapa tidak. Peristiwa yang terjadi saat itu bagai sinetron dalam kehidupan nyata. Ada skenario atau tidak atas kejadian itu, satu fakta penting dalam sejarah Indonesia telah tercatat. Bahwa rakyat Indonesia mampu menggulingkan seorang Soeharto yang telah menguasai negeri ini selama 30 tahun. Kala itu, bangsa Indonesia marah. Dari rentetan kerusuhan, penjarahan hingga teriakan “turun” pada sang presiden. Berbagai gejolak, pertentangan, dan pemikiran-pemikiran rakyat yang selama ini masih dalam unek-unek memuncak sudah. Tak ada lagi wibawa Soeharto kala itu. Tak ada lagi simpati pada sang pemimpin. Pun tak ada lagi ruang bagi keluarga cendana mengukir kenangan manis di akhir masa jabatan sang presiden. Satu harapan yang pasti, rakyat ingin Seoharto dan antek-anteknya enyah dari kursi kepemimpinan bangsa. Rakyat sudah jenuh dan menginginkan suatu perubahan. Rakyat ingin sebuah reformasi.

Hari berganti, bulan dan tahun. Dari waktu ke waktu pun bangsa ini mengalami berbagai macam fase kehidupan selama era reformasi. Bukan semakin baik. Berbagai macam krisis tak henti melanda. Berbagai bencana jua tak kunjung reda. Presiden terpilih pun datang dan pergi silih berganti dengan meninggalkan kesan yang tak lebih baik dari presiden sebelumnya. Bahkan krisis yang berujung pada pengangguran semakin tak terkendalikan.

Dapat dikatakan bahwa reformasi telah gagal. Reformasi yang diharapkan seluruh rakyat Indonesia setelah runtuhnya kekuasaan Soeharto masih sulit untuk diwujudkan. Kinerja para aparatur pemerintahan tidak bisa diandalkan. Korupsi semakin menjamur. Kemiskinan semakin merajalela. Jelas, pemerintah harus bertanggungjawab atas kondisi bangsa ini. Dan di satu sisi, baik rakyat atau pemerintah harus menyadari betul bahwa kondisi bangsa seperti ini harus tetap dijalani. Dengan satu keyakinan bahwa masih ada harapan untuk bangsa Indonesia memperbaiki diri. Akan ada jalan keluar bagi bangsa ini untuk bisa lolos dari keterpurukan. Harapan yang hanya bisa diwujudkan dengan hadirnya sosok pemimpin yang mampu menjadi tumpuan harapan dari ribuan bahkan jutaan ribu rakyat yang tersebar diseluruh penjuru nusantara. Rakyat Indonesia membutuhkan presiden yang tangguh dan mampu menjadi penggerak kemudi bangsa ke arah yang benar. Negeri ini layaknya mobil. Rakyat adalah penumpang, dan presiden adalah sopirnya. Kemana bangsa ini akan pergi, tentu sesuai dengan arah yang akan dituju oleh presiden.

Presiden, rakyat yang memilih. Yang artinya, sopir akan dipilih oleh penumpangnya. Dan penumpang harus cerdas dan cerdik dalam memilih sopir. Seperti saat ini. Bangsa Indonesia sedang “galau” menentukan calon pemimpin bangsa. Kegalauan hati akan semakin menjadi-jadi dan harap-harap cemas menanti hasil pemilu 2014. Puncak pesta demokrasi pada pilpres nantinya akan menjadi momentum penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Jika salah pilih, bangsa ini akan hancur. Oleh karena itu, kita tidak perlu memaksakan diri untuk memilih presiden yang bukan pilihan hati kita. Rakyat bebas menentukan calon presiden yang sesuai dengan kriteria presiden masa depan.

Calon presiden masa depan haruslah mampu memiliki daya pikir seperti enterpreneur. Sudah waktunya bangsa ini menentukan pilihan yang lebih bijak. Pengalaman dimasa lalu harus menjadi pelajaran penting. Hampir semua pemimpin negeri ini begitu mengagungkan politik. Memang, politik memiliki hubungan yang erat dalam pemerintahan. Namuun metamorphosa politik dinegeri ini sudah tidak lagi bersih. Politik sudah menjadi begitu kotornya. Segala cara dilakukan untuk mendapatkan kekuasaan. Tak ada ruang dan waktu untuk berpihak pada yang “halal” karena semua daya dan upaya sudah terkontaminasi oleh politik. Yang haram menjadi halal. Mereka yang men”dewa”kan politik tidak akan memiliki kemampuan untuk menggandeng yang lemah. Bagi mereka, kekuasaan yang utama. Merperkaya diri sendiri dan golongannya. Hingga tak ada yang benar-benar serius memikirkan kesejahteraan dan nasib bangsa.

Sudah waktunya negeri yang sudah dipenuhi dengan banyaknya pengangguran ini dipimpin oleh seorang pemimpin yang berjiwa enterpreneur. Karakter seorang enterpreneur sejati menjadi jiwa satu-satunya yang ideal untuk menjadi pemimpin dimasa sekarang ini. Karena presiden yang berjiwa enterpreneur akan mampu mengajak para generasi muda khususnya pengangguran untuk mengubah nasibnya dengan slogan “bosan jadi pegawai”. Slogan ini akan menjadi senjata ampuh bagi para sarjana dan pengangguran untuk tidak menggantungkan nasibnya pada status sebagai “karyawan”. Seorang enterpreneur adalah sosok yang mampu mengambil keputusan secara mandiri, berani mengambil resiko, dan tahan banting dalam situasi dan kondisi apapun. Bahkan ketika berada pada titik nadir, seorang enterpreneur sejati mampu bangkit secara perlahan untuk membangun kembali usaha atau bisnis yang telah dirintisnya. Seorang presiden yang berjiwa enterpreneur pun akan melihat masa depan bangsa dan negaranya seperti melihat masa depan bisnisnya. Jika presiden adalah seorang enterpreneur, membangun bangsa dan negara yang besar sama artinya dengan membangun bisnis besar yang sangat menjanjikan.

Untuk bangsa besar seperti Indonesia, jangan lagi melihat atau menentukan seorang pemimpin dari faktor politik. Jangan lagi menyia-nyiakan suara dan hak pilih kita untuk mereka yang pandai bermain politik. Inilah saatnya Enterpreneur berada digaris depan. Karena enterpreneur adalah bekal dan jembatan untuk menjadi pemimpin nomor wahid di negeri Indonesia ini.


bagi semua pembaca artikel ini, mohon di vote ya melalui link dibawah ini..thanks

http://writing-contest.bisnis.com/artikel/read/20140401/372/215718/indonesia-dalam-genggaman-enterpreneur

Jumat, 30 Agustus 2013

SELANGKAH LEBIH CERDAS BERSAMA KEMAJUAN TELEKOMUNIKASI

Proses belajar-mengajar menjadi salah satu hal yang paling mendasar dalam dunia pendidikan. Belajar tak hanya sekali, dua atau tiga kali. Belajar juga bukan dalam hitungan hari. Belajar dimulai sejak kecil hingga dewasa bahkan ketika usia menginjak tua. Sebagian masa dalam hidup kita gunakan untuk belajar. Belum lagi bagi mereka yang mendalami ilmu pengetahuan untuk tujuan penelitian atau penemuan pengetahuan baru. Serasa sepanjang hidup mereka gunakan untuk belajar. Tak terhitung pula berapa banyak ilmu dan pengetahuan yang mereka dapatkan dari proses belajar tersebut.
Belajar menjadi sangat penting karena output dari proses belajar itu sendiri mampu membawa kehidupan seseorang menjadi lebih baik, lebih bermutu, dan lebih berkualitas. Dulu, hanya segelintir orang yang memiliki keinginan untuk belajar dan peduli terhadap pendidikan. Namun kini, keadaan sangat jauh berbeda. Perkembangan informasi dan teknologi telah membawa bangsa ini menjadi bangsa yang memiliki perubahan dalam berpikir. Masyarakat Indonesia kini semakin cerdas dan selalu ingin up date. Masyarakat membutuhkan begitu banyak informasi terutama tentang ilmu dan pengetahuan untuk menunjang kegiatan pendidikan. Pengetahuan dan pendidikan menjadi dua sisi yang tak dapat terpisahkan dan menjadi penting karena begitu banyak manfaat yang didapatkan. Hingga seiring perkembangannya, pengetahuan dan pendidikan menjadi sasaran utama dalam membangun hidup yang lebih baik. Terbukti, masyarakat Indonesia kini semakin terbuka dan telah mengetahui banyak hal yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Hal ini tidak terlepas dari perkembangan tekhnologi yang semakin membuka jalan bagi tiap-tiap individu untuk mencari tahu banyak hal dengan cara yang mudah.

Perkembangan tekhnologi telah membawa kita menuju masa mengenal kecanggihan tekhnologi. Kecanggihan tekhnologi menyediakan berbagai macam kemudahan dalam mengakses informasi, terutama melalui internet. Tentunya, akses informasi ini menjadi satu diantara sekian cara untuk menambah pengetahuan dan informasi lain yang bermanfaat. Proses belajar tidak hanya terpaku pada ilmu dan pelajaran yang diberikan oleh para guru disekolah. Internet juga menjadi satu tambahan sumber informasi diluar proses belajar mengajar. Internet kini, bukan lagi menjadi barang asing. Semua kalangan masyarakat dari berbagai usia baik di desa, pinggiran atau bahkan masuk ke daerah pedalaman yang sulit dijangkau sudah mengetahui apa itu internet. Akses informasi dengan internet menjadi stimulus bagi pelajar dan masyarakat umum untuk belajar hal-hal baru yang ada di Indonesia, atau negara lain yang ada didunia. Minat dan ketertarikan masyarakat akan kehadiran internet semakin nyata terlihat. Hal ini didukung pula dengan tersedianya warnet-warnet yang sudah mulai merambah daerah terpencil.

Tak dapat dipungkiri bahwa perkembangan tekhnologi semakin memberi banyak kemudahan. Menjadi bagian dari perkembangan ini pula, internet tak hanya mampu diakses melalui jasa warnet. Adanya operator telekomunikasi yang semakin mengepakkan sayapnya hadir dengan berbagai macam keunggulan yang tak kalah dengan layanan dari warnet. Peran operator telekomunikasi dalam penyediaan jasa informasi ini semakin mempermudah masyarakat. Kemudahan itu jelas semakin terasa dalam aplikasi penggunaan telepon seluler. Dalam kedudukannya, operator telekomunikasi menjadi satu instansi penyedia layanan telekomunikasi melalui seluler. Peranan operator sangat memberikan dampak yang luar biasa terhadap perkembangan pendidikan didaerah-daerah pinggiran kota serta pedalaman.

Sebagai penyedia layanan telekomunikasi, banyak upaya yang telah dilakukan operator telekomunikasi untuk memberikan pelayanan secara maximal. Untuk pendidikan utamanya, jasa pelayanan GPRS mampu memfasilitasi para pengguna terutama pelajar didaerah terpencil untuk searching segala macam informasi maupun ber-integrasi sosial melalui situs jejaring sosial dengan telepon seluler. Banyak dampak positif dari fasilitas ini. Situs jejaring sosial memberikan cukup ruang bagi pengguna untuk berbagi cerita, pengalaman dan ilmu pengetahuan tanpa harus bertatap muka. Pelajar dari kota lain, atau negara manapun mampu menembus mereka yang berada dipedalaman. Interaksi antar sesama pengguna jejaring sosial pun semakin terbuka luas.

Kondisi masyarakat yang selalu mencari dan mencari informasi melalui searching internet jelas bukan lagi dimonopoli oleh kalangan tertentu. Masyarakat dengan segala keanekragaman suku dan budaya yang ada di Indonesia kini dapat menikmatinya melalui telepon seluler. Informasi dan berita terupdate menjadi bagian yang tak terpisahkan lagi dalam kehidupan masyarakat Indonesia sehari-hari. Mencari informasi yang penting, tak menjadi masalah meski jarak tidak memungkinkan. Karena telepon seluler dengan jaringan yang luas selalu ada dalam genggaman. Masalah waktu pun bukan lagi penghalang bagi siapapun untuk lebih cerdas. Kapan pun dan dimana pun, masyarakat akan mendapatkan informasi yang mereka butuhkan dalam sekejap dengan menggunakan jasa layanan internet melalui telepon seluler.

Dengan kemudahan ini, manfaat lain yang dirasakan oleh masyarakat luas adalah peluang terbukanya jalan baru. Jalan menuju tujuan lain untuk memperbaiki kehidupan mereka, yaitu terbukanya peluang usaha. Akses dengan internet, membuka wacana baru bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan perkembangan pasar, aneka produksi barang dan jasa, cara membuat aneka produk ataupun informasi lain. Dengan kata lain, internet menyediakan segala macam informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat luas tanpa batas. Kemandirian masyarakat dalam mencari informasi sendiri ini juga bukan lagi atas dasar keterpaksaan. Kemudahan mengakses informasi telah mampu menggiring masyarakat mencari berbagai cara untuk meningkatkan perekonomian mereka.

Kreativitas pasti akan tercipta dalam kehidupan masyarakat dengan adanya informasi-informasi terupdate dari internet. Peningkatan pengetahuan, wawasan bahkan ketrampilan masyarakat dapat menjadi modal awal untuk berwirausaha, atau menciptakan pekerjaan lain(side job) diluar pekerjaan utama untuk menambah penghasilan. Informasi yang ada tentu harus dibarengi dengan aplikasi yang tepat dari masyarakat sendiri. Karena seberapapun banyaknya informasi yang masyarakat dapatkan dari internet, takkan bernilai positif tanpa adanya aplikasi yang tepat. Bahkan pengetahuan yang mereka dapatkan akan menjadi sia-sia belaka.

Kemudahan akses informasi sudah dirasakan oleh masyarakat luas. Jangkauan informasi yang tanpa batas pun dapat diperoleh dengan mudah. Dari keadaan yang tak terbatas tersebut, ada satu sisi yang wajib diperhatikan oleh masyarakat. Hal itu berkaitan dengan sisi negatif yang ditimbulkan dari kemudahan akses internet. Penyalahgunaan internet, penipuan melalui sistem on line dari segelintir orang yang tidak bertanggung jawab kerap menghiasai dunia maya. Tak sedikit pula masyarakat yang sudah merasakan kerugian akibat ulah mereka. Oleh karena itu, mengakses informasi dari internet harus diimbangi dengan kehati-hatian, kewaspadaan, bahkan diharapkan masyarakat memiliki filter dalam menggunakan layanan internet. Masyarakat harus mampu memilah-milah informasi yang mereka akses dari internet. Maraknya penipuan atau informasi menyesatkan melalui internet perlu diantisipasi sejak dini.

Dengan partisipasi dari para operator telekomunikasi ini, selangkah demi selangkah masyarakat Indonesia akan semakin terbuka pikirannya, dan juga semakin sadar bahwa perkembangan jaman perlu diikuti. Terutama dalam perkembangan dunia pendidikan. Semakin hari semakin banyak penemuan-penemuan baru diberbagai negara didunia. Dan perkembangan ini layak untuk diikuti oleh seluruh masyarakat di dunia. Mengupdate informasi akan mampu mengasah otak hingga tingkat kecerdasan manusia semakin meningkat. Karena dari informasi tersebut, kreativitas akan tercipta. Kini, merambah dunia bukan lagi menjadi soal. Semua bisa dikontrol dari ujung jari. Akses informasi melalui pelayanan jasa operator telekomunikasi seolah menjadi kamus berjalan dalam menjawab segala hal.

http://award.xl.co.id

Jumat, 23 Agustus 2013

Membangun Jiwa-Raga Yang Sehat dengan “Back To Nature”


Tradisi lama tak selayaknya dihilangkan. Perkembangan jaman yang membawa perubahan baru juga tidak bisa begitu saja dapat diterima. Perkembangan tekhnologi yang semakin canggih membuat semua hal menjadi instan. Serba ada, serba cepat dan serba mahal. Berkaitan dengan mahal, mahal itu relatif jika dikaitkan dengan pembelian barang. Namun mahal akan tetap bernilai mahal jika dikaitkan dengan masalah kesehatan. Benar dikatakan bahwa sehat itu mahal harganya. Karena sejak dulu hingga kini, biaya kesehatan tidak pernah murah, bahkan semakin mahal. Sebagian masyarakat kelas menengah ke bawah tidak bisa menjangkau patokan harga atau biaya berobat yang ditetapkan oleh rumah sakit atau dokter. Namun, dengan mahalnya tarif berobat, tak selayaknya masyarakat pasrah, tidak peduli dengan kesehatan atau membiarkan penyakit menggerogoti tubuh manusia. Karena satu tradisi yang tidak akan dan tidak mungkin terlupakan mampu mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan, yaitu minum jamu tradisional. Jamu, menjadi satu alternatif yang dapat dilakukan ketika kesehatan kita terganggu. Bahkan dengan mengkonsumsi minuman jamu, masyarakat tak perlu pusing dengan biaya. Karena bahan baku jamu mudah kita dapatkan disekeliling kita. Bahan baku jamu dapat kita tanam sendiri dipekarangan. Dengan begitu, satu tindakan kecil bernilai besar telah kita lakukan. Karena dengan memelihara dan menanam tumbuhan tidak hanya menjadi alternatif pengobatan, namun juga akan mengurangi dampak dari pemanasan global yang sedang melanda dunia.
Kita sendiri telah banyak mengetahui bahwa negeri ini adalah negeri yang kaya akan sumber daya alamnya, termasuk didalamnya kekayaan akan aneka jenis tumbuh-tumbuhan. Di Indonesia, tercatat ada ribuan jenis tanaman yang bisa digunakan sebagai obat. Dari jumlah tersebut, sudah ada sekitar 233 jenis bahan baku obat tradisional yang sudah digunakan dan telah dibuktikan secara ilmiah. Hal tersebut telah menunjukkan bahwa sebenarnya potensi memanfaatkan obat tradisional di Indonesia sangat besar. Namun, kesadaran masyarakat dalam pemanfaatannya masih rendah. Padahal, ada banyak manfaat dari tanaman obat keluarga. Diantaranya untuk mencegah timbulnya penyakit, meningkatkan derajat kesehatan, dan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Dulu, tanaman obat keluarga (toga) atau obat tradisional begitu dipercaya para orang tua untuk mengatasi berbagai macam penyakit. Bahkan, secara turun temurun, fungsi dari masing-masing obat tradisional tersebut diwariskan. Dengan informasi turun temurun, akan jauh lebih baik daripada sekarang. Informasi yang didapat masih diterima secara utuh. Ditambah lagi dengan pemanfaatannya secara turun temurun. Hasil nyata dari konsumsi obat tradisional itu sendiri terlihat dari kesehatan para orang tua terdahulu. Keluh kesah dari gangguan kesehatan hanya tergolong sakit ringan yang mudah disembuhkan. Bukan sakit berat serupa kanker atau tomur ganas yang akhir-ahir ini sering menjadi penyebab kematian seseorang.
Khasiat dari jamu sudah terbukti sejak dulu. Jamu, sebagai obat tradisional memiliki sifat senyawa yang mudah diolah oleh tubuh dan relatif tidak berefek samping. Hal ini dapat menjadi satu alasan perlu dikembangkannya obat tradisional. Pemanfaatan jamu perlu disosialisasikan kepada masyarakat luas sebagai alternatif pengobatan yang aman untuk dikonsumsi. Komposisi dan aturan pakai ketika mengkonsumsi jamu juga harus diketahui secara jelas. Meskipun bahan baku jamu bersifat alamiah, tidak menutup kemungkinan adanya perbedaan takaran jamu yang harus dikonsumsi oleh tubuh manusia. 
Menjadi suatu kewajiban bagi kita sebagai penerus bangsa untuk menjaga dan melestarikan aset berharga warisan leluhur. Kesuburan tanah bumi pertiwi yang cocok untuk menanam segala macam tumbuhan dan tanaman, selayaknya dimanfaatkan secara maximal. Sangat disayangkan jika kesuburan tanah negeri ini tidak digunakan sebagai sarana pelestarian budaya dan lingkungan. Karena pada akhirnya, kita yang akan merasakan manfaatnya. Tubuh menjadi sehat, tentu jiwa kita akan sehat. Begitu juga manfaat dimasa depan. Pelestarian budaya pemanfaatan jamu akan dirasakan juga oleh anak cucu kita sendiri nanti dikemudian hari. Dan tidak menutup kemungkinan pula, jamu akan diakui oleh dunia sebagai warisan budaya dunia.

<a href="http://biofarmaka.ipb.ac.id?
/"><img src="http://biofarmaka.ipb.ac.id
/biofarmaka
/2013/Logo%20Pusat%20Studi%Biofarmaka.pn
g" alt="Dies Natalis PSB 2013"
width="200" height="175" border="0" /></a>


http://biofarmaka.ipb.ac.id
• http://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-news/brc-info/501-info-jamu-as-world-cultural-heritage-2013,