Minggu, 18 September 2016
Istikharah Cinta
Ya Allah.
Aku memohon kepadaMu pilihan yang terbaik(dalam memecahkan masalah) dengan IlmuMu, serta aku memohon anugerahMu ang Agung, karena Engkau Maha Kuasa, sedangkan aku tidak memiliki kemampuan. Engkau Maha Mengetahui, sedangkan aku tidak. dan Engkaulah Maha Mengetahui hal-hal yang ghaib.
Ya Allah
Jika Engkau mengethaui bahwa persoalan ini baik bagiku dalam agamaku, kehidupan, dan dampak persoalanku(dalam waktu dekat atau jangka panjang), maka berilah aku ketetapan, mudahkanlah aku untuk melaksanakan ketetapan itu) dan berkatilah ketetapan itu.
Sebaliknya, jika Engkau Mengetahui bahwa persolan ini buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan dampak persoalanku(dalam waktu dekat atau jangka panjang) maka, hindarkanlah pengambilan ketetapan itu dariku dan hindarkanlah aku dari persoalan itu. Dan tetapkanlah bagiku yang terbaik dimanapun, dan ridhailah aku dalam menerima ketetapan itu.
Selasa, 30 Agustus 2016
From Deep in My Heart
Sungguh. Aku mengakui itu. Diantara malam-malam yang terlewati aku titipkan sebait rasa untukmu disana. "Aku merindumu kini". engkau percaya atau tidak. that's your problem. Dan diantara malam-malam itu juga aku titipkan luapan kecewa, kesal, sedikit amarah yang aku bumbui dengan sedikit airmata. Rasanya gado-gado. Meluap-luap namun masih terkendalikan. Aku manusia biasa. Engkau harus tau itu. Biarkan aku belajar merelakan. Merelakan sesuatu yang menurutmu harus dengan "ikhlas". Tak mudah melakukan "ikhlas". Ikhlas itu berarti melupakan. Itu menurutku. Realnya. aku belum mampu melupakanmu. Kau tahu mengapa? Because masih tersisa setitik rasa. Rasa yang pernah ada diantara dua hati. Rasa yang pernah dibuat dalam langkah-langkah kecil nan nyata aku rasakan. Dan ku yakini kaupun jua rasakan itu.
Sejujurnya. Aku pun mengakui itu. Aku jua ingin melupakanmu. Namun malam seolah menolakku untuk melakukan itu. Dilema yang berkepanjangan. Ku ingin semua berakhir. Dengan hati yang lapang. Menerima keadaan apa adanya. Bersama atau tidak. Ku ingin lalui hidup dengan senyuman.
Malam... Sampaikan salamku padanya. Bahwa aku merindunya. Pun jua aku ingin melupakannya. Benar-benar berada diantara dua tebing dengan jurang yang terjal dibawahnya.
Malam..perlu kau tahu bahwa Aku tak mau menyerah. never give up
Sejujurnya. Aku pun mengakui itu. Aku jua ingin melupakanmu. Namun malam seolah menolakku untuk melakukan itu. Dilema yang berkepanjangan. Ku ingin semua berakhir. Dengan hati yang lapang. Menerima keadaan apa adanya. Bersama atau tidak. Ku ingin lalui hidup dengan senyuman.
Malam... Sampaikan salamku padanya. Bahwa aku merindunya. Pun jua aku ingin melupakannya. Benar-benar berada diantara dua tebing dengan jurang yang terjal dibawahnya.
Malam..perlu kau tahu bahwa Aku tak mau menyerah. never give up
Minggu, 26 Juni 2016
Just To Be Honest #3
Lagi..
Sedih itu datang menghampiri
Sejenak dada ini terasa sesak
Kala mengingat dirimu
Sekian kalinya
Mata ini berair
Bukan inginku 'tuk menangis
Bukan harapku sedih ini berhujung air mata
Namun kecewa yang terlalu
Membuat bongkahan asa itu
Terbelah berkeping keping
Tak lagi ada
Gelak tawamu dalam hariku
Canda tawamu dalam benak ku
Seolah itu semua lenyap begitu saja
Semudah itukah??
Lelah rasanya hati ini
Penat rasanya diri ini
Ketika amamu muncul dalam benakku
Entah kenapa begitu
Akh..sudahlah
Begini saja jalannya
Biar nanti terjawab sesuai kehendakNya
Aku pasrah
Kamis, 09 Juni 2016
Just To Be Honest #2
Aku tak pernah meminta
Mata ini 'tuk menangis
Atas ketidak adanya dirimu
Kala jalan yang pernah dilalui bersama
Tak lagi berasa yang sama
Jujur..
Aku kini menangis
Karena rajutan indah pernah kita buat
Yah..
Melalui jalan ini
Aku kini mengenangmu
Bukan lagi bersamamu
Wahai sang kekasih hati
Taukah engkau
Kini aku menangisi mu
Menangisi rajutan kasih yang pernah kita untai
Menangisi mengapa kita tak bersama lagi
Menangisi satu pertanyaan dalam hati
"Mengapa kau tak disisiku lagi?"
Wahai sang kekasih hati
Taukah engkau
Aku merindukanmu
Kemaren, kini, dan nanti
Karena sosokmu begitu istimewa
Bukan karena kelebihan yang kau miliki
Istimewamu adalah kesederhanaanmu
Aku mencintaimu karena kekuranganmu
Apapun kata orang
Aku tetap mencintaimu
Karena Allah menciptakanMu
Untuk menjadi sosok yang aku cintaiku karena kekuranganmu
Mungkin engkau tak tahu
Isi hatiku yang seperti ini
Sang kekasih hati
Semoga kau tahu melalui skenario Allah nanti
Karena skenario Allah akan lebih indah
Dengan satu harap yang mendalam kepada Sang Maha Pencipta Mahluk Hidup
Engkau diciptakan untukku
Untuk saling memenuhi kekurangan masing-masing
Dan..
Air mata kerinduan yang jatuh tanpa paksaan ini
Akan berganti dengan airmata keharuan akan kebahagian
Bahagia karena menangis dalam dekapmu
Dekapan sang suami tercinta
Allah..
Engkau Maha Melihat
Goresan ku ini tanpa terlewati satu huruf pun
Maka ya Allah
Kabulkan satu harapku ini
Semoga...
Amin..
Mata ini 'tuk menangis
Atas ketidak adanya dirimu
Kala jalan yang pernah dilalui bersama
Tak lagi berasa yang sama
Jujur..
Aku kini menangis
Karena rajutan indah pernah kita buat
Yah..
Melalui jalan ini
Aku kini mengenangmu
Bukan lagi bersamamu
Wahai sang kekasih hati
Taukah engkau
Kini aku menangisi mu
Menangisi rajutan kasih yang pernah kita untai
Menangisi mengapa kita tak bersama lagi
Menangisi satu pertanyaan dalam hati
"Mengapa kau tak disisiku lagi?"
Wahai sang kekasih hati
Taukah engkau
Aku merindukanmu
Kemaren, kini, dan nanti
Karena sosokmu begitu istimewa
Bukan karena kelebihan yang kau miliki
Istimewamu adalah kesederhanaanmu
Aku mencintaimu karena kekuranganmu
Apapun kata orang
Aku tetap mencintaimu
Karena Allah menciptakanMu
Untuk menjadi sosok yang aku cintaiku karena kekuranganmu
Mungkin engkau tak tahu
Isi hatiku yang seperti ini
Sang kekasih hati
Semoga kau tahu melalui skenario Allah nanti
Karena skenario Allah akan lebih indah
Dengan satu harap yang mendalam kepada Sang Maha Pencipta Mahluk Hidup
Engkau diciptakan untukku
Untuk saling memenuhi kekurangan masing-masing
Dan..
Air mata kerinduan yang jatuh tanpa paksaan ini
Akan berganti dengan airmata keharuan akan kebahagian
Bahagia karena menangis dalam dekapmu
Dekapan sang suami tercinta
Allah..
Engkau Maha Melihat
Goresan ku ini tanpa terlewati satu huruf pun
Maka ya Allah
Kabulkan satu harapku ini
Semoga...
Amin..
Kamis, 05 Mei 2016
Sebuah Harapan Untuk Calon Suami
Assalamu'alaikum..
Ku memulakan biaca
Moga dirimu, senantiasa di dalam Ridho Ilahi walau di mana jua berada. Tulisan ini ikhlas kucoretkan buat insan yang belum kukenali. Namun.kutetap yakinkan diri bahwa kau pasti kan hadir suatu hari nanti menemaniku mengarungi hidup di dunia yang penuh dengan pancaroba..
Kepada calon suamiku, usiaku kini makin bertambah dari hari ke hari. Harapanku agar tahun-tahun yang berlalu, meski pu memudarkan keremajaanku, namun tidak akan pernah memudarkan ghirah Islamiah yang ada. Mudah-mudahan aku dapat tetap beristiqamah di jalanNya. Syukur jua ku panjatkan karena pergaulanku tetap terjaga dan terbatas.
Seiring berjalannya waktu, aku berusaha mengisi ruang tiap kesempatan yang ada dengan segala kebaikan. Aku semakin yakin berhadapan dengan manusia pelbagai ragam dan rupa. Baru sedikit itulah yang bisa kulakukan sebagai tanda syukurku atas nikmatNya yang tidak terhitung.
Calon suamiku, aku maklum. Bila sampai detik ini kau bekum jua hadir. Aku yakin ketidakhadiranmu semata-mata karena kesibukan melakukan kebaikan dan menjalankan ibadah. InsyaAllah, hal itu akan membuat penantian ini seakan tak pernah ada.
Calon suami..dimanapun kau berada. Jika engkau memang disediakan untukku didunia ini, bila kau sudah siap untuk menambah satu amanah lagi dalam kehidupan ini, yang akan menjadi tanggungjawab di hadapan Allah..Semoga, maka datanglah...
Ikhlas dari : Calon Istrimu..
Adapted by : Mutiara Amaly volume 22
Ku memulakan biaca
Moga dirimu, senantiasa di dalam Ridho Ilahi walau di mana jua berada. Tulisan ini ikhlas kucoretkan buat insan yang belum kukenali. Namun.kutetap yakinkan diri bahwa kau pasti kan hadir suatu hari nanti menemaniku mengarungi hidup di dunia yang penuh dengan pancaroba..
Kepada calon suamiku, usiaku kini makin bertambah dari hari ke hari. Harapanku agar tahun-tahun yang berlalu, meski pu memudarkan keremajaanku, namun tidak akan pernah memudarkan ghirah Islamiah yang ada. Mudah-mudahan aku dapat tetap beristiqamah di jalanNya. Syukur jua ku panjatkan karena pergaulanku tetap terjaga dan terbatas.
Seiring berjalannya waktu, aku berusaha mengisi ruang tiap kesempatan yang ada dengan segala kebaikan. Aku semakin yakin berhadapan dengan manusia pelbagai ragam dan rupa. Baru sedikit itulah yang bisa kulakukan sebagai tanda syukurku atas nikmatNya yang tidak terhitung.
Calon suamiku, aku maklum. Bila sampai detik ini kau bekum jua hadir. Aku yakin ketidakhadiranmu semata-mata karena kesibukan melakukan kebaikan dan menjalankan ibadah. InsyaAllah, hal itu akan membuat penantian ini seakan tak pernah ada.
Calon suami..dimanapun kau berada. Jika engkau memang disediakan untukku didunia ini, bila kau sudah siap untuk menambah satu amanah lagi dalam kehidupan ini, yang akan menjadi tanggungjawab di hadapan Allah..Semoga, maka datanglah...
Ikhlas dari : Calon Istrimu..
Adapted by : Mutiara Amaly volume 22
Luahan Hati Wanita
Terlalu sukar meluahkan rasa hati terhadap lelaki. Begitu payah untuk menyatakan hasrat hati. Bagitu kelu indah untuk mengucapkan apa yang kami rasa terhadap lelaki.
kami tidak mengharapkan terlalu banyak dari lelaki, selain kasih sayang dari lelaki yang dikasihi. Kesanggupan lelaki untuk memelihara kebajikan dan kehormatan.
Kami benci lelaki yang terlalu terkhayal dengan kecantikan lahiriyah wanita, lupa akan kecantikan itu hanya bertahan sekejap saja. Kami bukan barang hiasan untuk dinilai sebegitu rupa, kami insan yang diciptakan Allah untuk menghiasai hidup lelaki.
Perhiasan kami bukan emas dan permata, tapi akhlak dan budi untuk menyenangkan hati lelaki. Mengapa lelaki sekarang begitu buta untuk melihat itu semua. Banyak wanita dipinggirkan karena tidak mempunyai rupa paras menawan sedangkan yang cantik jlita dipuja-puja. Adakah semurah itu penilaian lelaki terhadap wanita?
Wahai lelaki, mengapa begitu mudah mengeluarkan kata-kata kasar. Sakitnya hati kami bila mendengarnya. Bukankah lelaki tahu betapa jiwa terlalu lembut, mudah tersentuh. Mengapa selalu lupa ketika marah. Mengapa? Kami tidak ma diperlakukan seperti lelaki, juga seperti insan terpinggir.
Walaupun kehadiran kami dalam hidup lelaki adalah untuk berbakti kepada lelaki, tapi usah diri kami dipandang remeh. Ingatlah tanpa kami takkan lahir lelaki bijak pandai dan ternama, takkan ada pejuang dan perwira.
Hidup lelaki akan sepi tanpa kehadiran kami. Namun masih banyak lelaki hari ini suka menabur janji-janji kosong untuk mendapatkan kasih sayang dari kami. Setelah dapat apa yang diingini, semua janji janji terbang melayang-layang entah kemana. Tinggalkan kami dalam keadaan pengharapan. Mengapa kami diperlakukan begini. Apa salah kami?
Maaf kiranya jika luahan ini mengusik ego lelaki. Bukan niat membangkitkan kemarahan di jiwa lelaki, tapi sekedar menyadarkan sebagian lelaki yang belum sadar sadar. Karena apa yang kita lakukan di dunia ini pasti mendapat balasan dari Allah kelak.
adapted by Mutiara Amaly Volume 22
kami tidak mengharapkan terlalu banyak dari lelaki, selain kasih sayang dari lelaki yang dikasihi. Kesanggupan lelaki untuk memelihara kebajikan dan kehormatan.
Kami benci lelaki yang terlalu terkhayal dengan kecantikan lahiriyah wanita, lupa akan kecantikan itu hanya bertahan sekejap saja. Kami bukan barang hiasan untuk dinilai sebegitu rupa, kami insan yang diciptakan Allah untuk menghiasai hidup lelaki.
Perhiasan kami bukan emas dan permata, tapi akhlak dan budi untuk menyenangkan hati lelaki. Mengapa lelaki sekarang begitu buta untuk melihat itu semua. Banyak wanita dipinggirkan karena tidak mempunyai rupa paras menawan sedangkan yang cantik jlita dipuja-puja. Adakah semurah itu penilaian lelaki terhadap wanita?
Wahai lelaki, mengapa begitu mudah mengeluarkan kata-kata kasar. Sakitnya hati kami bila mendengarnya. Bukankah lelaki tahu betapa jiwa terlalu lembut, mudah tersentuh. Mengapa selalu lupa ketika marah. Mengapa? Kami tidak ma diperlakukan seperti lelaki, juga seperti insan terpinggir.
Walaupun kehadiran kami dalam hidup lelaki adalah untuk berbakti kepada lelaki, tapi usah diri kami dipandang remeh. Ingatlah tanpa kami takkan lahir lelaki bijak pandai dan ternama, takkan ada pejuang dan perwira.
Hidup lelaki akan sepi tanpa kehadiran kami. Namun masih banyak lelaki hari ini suka menabur janji-janji kosong untuk mendapatkan kasih sayang dari kami. Setelah dapat apa yang diingini, semua janji janji terbang melayang-layang entah kemana. Tinggalkan kami dalam keadaan pengharapan. Mengapa kami diperlakukan begini. Apa salah kami?
Maaf kiranya jika luahan ini mengusik ego lelaki. Bukan niat membangkitkan kemarahan di jiwa lelaki, tapi sekedar menyadarkan sebagian lelaki yang belum sadar sadar. Karena apa yang kita lakukan di dunia ini pasti mendapat balasan dari Allah kelak.
adapted by Mutiara Amaly Volume 22
just to be honest #1
Dear Diary,
Malam ini
Begitu dingin
Dingin yang sangat
Namun dingin ini
Belum bia kalahkan rasa ini
Rasa yang tak seperti kemaren
Rasa yang mulai tak akan lagi berasa
Karna malam ini
Menjawab semua tanya itu
Tanya yang terkadang hadir dalam benak
"Siapakah aku dihatimu?"
"Adakah aku dalam benakmu?"
"Hampakah rasamu saat bersamaku"
Dan ku tahu
Aku tak dihatimu
Aku juga tak ada dalam benakmu
Kau tak pernah merasakan yang sama dengan ku
Malam ini
Begitu dingin
Dingin yang sangat
Namun dingin ini
Belum bia kalahkan rasa ini
Rasa yang tak seperti kemaren
Rasa yang mulai tak akan lagi berasa
Karna malam ini
Menjawab semua tanya itu
Tanya yang terkadang hadir dalam benak
"Siapakah aku dihatimu?"
"Adakah aku dalam benakmu?"
"Hampakah rasamu saat bersamaku"
Dan ku tahu
Aku tak dihatimu
Aku juga tak ada dalam benakmu
Kau tak pernah merasakan yang sama dengan ku
Langganan:
Postingan (Atom)