Kamis, 14 Februari 2013

Kolaborasi Dua Visi Dalam Satu Destinasi



Ragam destinasi wisata telah mewarnai perkembangan Indonesia didunia pariwisata. Mendengar nama Bali, yang terlintas dalam benak adalah wisata dengan kekhasannya sebagai pulau Dewata. Mendengar nama Yogjakarta, yang terlintas dalam benak adalah kota pendidikan yang juga kental dengan wisata keraton dan budaya Jawa nya. Mendengar nama Pulau Raja Ampat, jelas sekali gambaran wisata dengan keindahan alamnya. Belum lagi wisata dengan keindahan dunia laut yang tersebar dibeberapa pulau di Indonesia. Perkembangan dunia wisata yang benar-benar telah membawa bangsa ini lebih dikenal oleh dunia. 
Mengingat dunia wisata di Indonesia, rasanya sulit untuk tidak menyebut ataupun melewatkan Ancol dalam deretan destinasi wisata di Indonesia. Sejak awal berdirinya pada tahun 1966, Ancol menjadi satu destinasi wisata keluarga Indonesia. Dan seiring perkembangannya, Ancol telah berevolusi menjadi satu destinasi wisata berkelas dunia. Tanpa melupakan visinya sebagai kawasan wisata, Ancol hadir dengan segala fasilitas yang tidak hanya menghadirkan hiburan belaka. Namun juga sebagai tempat yang asyik dan menyenangkan untuk menambah wawasan, ilmu pengetauan dan juga pengalaman. Ancol memang unik dan berbeda. Suguhan-suguhan dari tiap-tiap wahana yang ada telah mampu menciptakan visi mulia. Wisata yang beredukasi, dan wisata yang menghibur. Dua visi telah ada dalam genggaman Taman Impian Jaya Ancol. 
Wisata yang Beredukasi
Tak perlu heran ketika kita berkunjung ke Ancol pada hari-hari biasa, dan melihat beberapa pengunjung sibuk dengan bloknote, alat tulis bahkan lengkap kamera digital. Atau rombongan anak-anak sekolah mulai dari tingkat kanak-kanak sampai tingkat lanjut beserta guru pendamping mereka memenuhi galeri-galeri di Pasar Seni. Mereka disana tidak hanya melihat dan menikmati hiburan berupa hasil karya seni para seniman Indonesia. Namun lebih dari itu. Mereka belajar, mengamati dan bahkan mencatat hal-hal penting yang mereka butuhkan untuk menunjang tugas atau mata pelajaran sekolah. Ancol memang selalu menggelar perhelatan pameran seni bernilai sejarah. Bahkan pameran berkualitas internasional pun tak luput dari sasaran Ancol. Pada moment inilah, pengunjung terutama siswa sekolah mendapat kesempatan yang begitu luas untuk melihat dan mengetahui koleksi karya seni yang memiliki nilai sejarah. Wawasan dan pengetahuan mereka pun semakin kaya. Dan tentu, perhelatan seni dikawasan wisata ini menjadi sebuah kunjungan wisata yang mampu membuka horison wacana dan visual para pengunjung tentang seni dan sejarah. 
Pengetahuan tentang sejarah di masa lalu memperjelas pemahaman kita tentang masa kini. Baik itu sejarah yang berupa cerita atau berwujud benda-benda seni. Dan bangsa yang besar, adalah bangsa yang tidak hanya mengetahui sejarah. Namun mampu menghargai sejarah sebagai suatu catatan penting yang tidak akan pernah terlupakan. Karena ada nilai positif dibalik setiap peristiwa dimasa lalu. Dan nilai positif itu menjadi pegangan untuk menata masa depan yang lebih baik. Mengetahui sejarah juga menjadi satu penyangga penting bagi pemuda sebagai generasi penerus dalam meningkatkan kualitas dan rasa kebangsaan. Dan keberadaan Pasar Seni pada destinasi wisata Ancol semakin berperan penting dan menjadi value added bagi wisata Indonesia.
Pasar Seni telah menjadi wadah bagi anak sekolah dasar, remaja, bahkan orang dewasa berbaur dan berlomba-lomba menimba ilmu pengetahuan. Disini pula mereka dapat berkreasi dengan membuat berbagai karya seni. Seperti di museum batik, mereka dapat belajar tentang batik. Mulai dari pengetahuan tentang hasil karya batik dari berbagai daerah di Indonesia, hingga belajar membatik sendiri. Praktek langsung membuat batik ini pun semakin membuka wawasan mereka tentang batik. Dan yang tak kalah menariknya adalah seni lukis. Koleksi karya seni lukis ini menjadi sajian spesial karena menghadirkan lukisan dari pelukis besar Indonesia. Di galeri lukis ini juga menawarkan pengunjung bagaimana cara melukis yang didampingi oleh beberapa pelukis handal yang dapat membimbing pengunjung untuk belajar melukis. Mulai dari fasilitas untuk melukis hingga cara dan teknik melukis yang baik untuk menghasilkan sebuah lukisan yang mempunyai nilai seni tersedia disini. 
Karya seni yang ada tak hanya sebatas seni lukis dan batik saja. Ancol juga menyediakan wadah bagi pengunjung untuk belajar membuat keramik. Kegemaran anak untuk bermain dengan tanah liat pun tidak hanya terasa menyenangkan ditempat ini. Namun kreasi yang mereka buat telah menjadi pelajaran dan pengalaman penting. Dari sini pula kreativitas tercipta. Suatu pengalaman berharga yang tidak semua tempat wisata bisa kita dapatkan.
Kurang lengkap rasanya berwisata ke Ancol hanya mengunjungi perhelatan seni dan Pasar Seni. Karena wahana lain yang juga menawarkan edukasi masih menanti. Seperti Sea World Indonesia. Sebuah akuarium raksasa ini memberi peluang bagi pengunjung untuk mengetahui lebih dekat tentang berbagai spesies ikan. Keberadaan ikan-ikan diakuarium bawah air ini semakin menambah wawasan dan pengetahuan tentang kehidupan laut. Beragam ikan-ikan yang indah, unik, besar dan kecil adalah sebuah kekayaan alam dibawah laut yang sangat berharga. Hingga keberadaannya patut dinikmati, disyukuri, dipelihara dan perlu dipelajari agar terjaga kelestariannya.
Dengan berwisata ke Ancol, deretan pengalaman, wawasan dan pengetahuan pengunjung semakin bertambah. Visi menjadi destinasi wisata yang beredukasi telah tercapai. Ancol telah hadir sebagai wadah, media, pelengkap dan pendukung tugas yang diemban oleh negara dalam mencerdaskan anak bangsa.  
Wisata yang Menghibur
Ancol selalu berinovasi. Sebagai destinasi wisata terlengkap, pamor Ancol sebagai tujuan wisata keluarga Indonesia semakin bersinar. Hal ini tidak terlepas dari perhatian pihak pengelola dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan hiburan yang berkualitas. Dan juga pembenahan terhadap wahana-wahana yang ada seolah tak ingin membuat pengunjung kecewa dan menyesal setelah mengunjungi Ancol. 
Kesan pertama memang selalu menggoda. Daya pikat Ancol yang tak henti-hentinya menghadirkan hiburan untuk rakyat menjadi kesan tersendiri yang begitu memikat bagi setiap pengunjung. Terbukti, antusiasme masyarakat untuk mengunjungi kawasan wisata ini tak pernah surut. Bahkan dari tahun ke tahun data kunjungan wisatawan domestik dan luar negeri semakin bertambah. Mengemban visi sebagai destinasi wisata yang bertujuan menyediakan fasilitas wisata yang memberi hiburan telah tercapai. 
Ragam hiburan yang ada di Ancol bagai daftar menu makanan yang siap saji. Deretan wahana-wahana bermain dan berbagai galeri yang dikemas dengan apik dan menarik. Pengunjung tinggal menikmati berbagai arena dan wahana yang ada sesuai dengan selera. Dari serunya bermain di Taman Pantai, hysteria di Dufan, keceriaan di kolam Atlantis Water Adventurer, ramainya Pasar Seni, keindahan dunia laut Sea World Indonesia, sajian film 4D di Ocean Dream Samudra, hingga wahana yang memicu adrenalin di area Ecopark. Tak lupa juga hiburan rakyat yang berupa sajian konser-konser para artis ibukota selalu menghiasi area wisata Ancol ini. Tak ada yang kurang dari sajian Ancol. Semua pengunjung terpuaskan oleh hiburan yang ada. 
Perjalanan dan catatan indah nan mengesankan telah Ancol torehkan dalam sejarah destinasi wisata di Indonesia. Hal ini menjadi modal utama menuju Ancol di esok hari yang lebih baik. Kita, sebagai bagian dari bangsa dan negara Indonesia,  patutlah berbangga hati bahwa negeri ini adalah negeri yang kaya akan keindahan alam, laut dan kaya akan karya anak bangsa. Negeri yang akan semakin besar yang terlahir dari rangkaian pengalaman sejarah yang takkan terlupakan. Kekayaan dan sejarah itu tersaji secara lengkap dalam wisata Ancol. Tersaji dalam wujud wisata yang mampu mendidik dan siap menghibur seluruh keluarga Indonesia.

Temukan Kreativitas Dalam Nuansa Hiburan Berkualitas



Terlihat dua orang bocah kakak beradik berlarian menuju wahana Sea World Indonesia. “ayo, tebak ikan apa itu?” Tanya sang ayah pada dua bocah itu sambil menunjuk ke arah seekor ikan berukuran besar yang asyik berenang didalam akuarium raksasa itu. Sontak pertanyaan tersebut dijawab oleh sang kakak. Diluar dugaan, sang adik pun tak mau kalah. Ia pun berusaha menjawab pertanyaan itu sekenanya. Beberapa saat kemudian pertanyaan lain juga terlontar dari sang ibu. Dan pertanyaan itupun dijawab dengan semangat oleh dua bersaudara itu. Tak jarang jawaban polos mereka membuat sang ayah dan ibu mereka tertawa. Bahkan si bungsu yang usianya belum genap 3 tahun itu juga melontarkan pertanyaan-pertanyaan konyol ditengah keasyikan mereka menikmati hiburan wisata bawah laut. Sebuah percakapan ringan namun berbobot. Tanya jawab tentang kehidupan bawah laut ini sering dan sudah tidak asing ditelinga. Pertanyaan konyol yang tak dapat dicegah itu hadir ketika rasa keingintahuan muncul dibenak seorang anak. Dan jawaban polos yang mereka lontarkan pun adalah salah satu bentuk kemampuan dari olah pikir dan hasil imajinasi mereka sendiri.  
Dunia anak-anak memang penuh dengan imajinasi dan rasa keingintahuan yang sangat besar. Bahkan, kreativitas dan jiwa petualangan tanpa batas masih tersimpan dalam diri mereka. Sungguh sangat disayangkan jika apa yang ada dalam diri seorang anak baik bakat, kreativitas dan segala kemampuannya tidak dapat ia kembangkan sejak dini. Momentum-momentum pada masa ini menjadi tahapan penting bagi orang tua dalam mengarahkan dan mengembangkan kemampuan anak seoptimal mungkin kearah yang positif. Dan bagaimana dengan aktivitas anak yang selalu ingin bermain? Orang tua tidak bisa melarang anak untuk bermain. Karena dalam bermain ada kreativitas Kegemaran bermain dan bersenang-senang adalah rutinitas yang tak ingin mereka lewatkan. Dan satu kewajiban bagi orang tua untuk menunjukkan pada anak tentang apa, bagaimana dan dimana tempat bermain yang berkualitas.
Bermain adalah aktivitas yang selalu diinginkan oleh seorang anak. Dan dalam moment bermain, aktivitas dapat dirancang sedemikian rupa menjadi sarana pembentukan, pengembangan diri dan juga kreativitas anak. Hingga dalam proses bermain ini menjadi suatu hiburan yang akan menghasilkan kesenangan yang lebih bermutu dan berkualitas. Oleh karenanya, seorang anak membutuhkan wadah yang tepat untuk mencari hiburan sekaligus belajar. Dan Taman Impian Jaya Ancol hadir sebagai pembuka ruang untuk menciptakan kreativitas dan memenuhi segala kebutuhan masyarakat akan hiburan yang mendidik.
Celah mencari Kreativitas
Tak dapat dipungkiri bahwa semakin lama tempat-tempat wisata di Indonesia berkembang sebagai tempat wisata yang tak bisa terlewatkan. Dengan tujuan dan visi yang sama, tempat wisata yang dibangun di Indonesia diharapkan mampu menarik pengunjung sebanyak-banyaknya baik wisatawan dari dalam maupun luar negeri. Banggalah kita menjadi bagian dari bangsa ini karena beberapa tempat wisata yang kita punya telah dikenal oleh dunia. Dan Taman Impian Jaya Ancol telah membuktikannya. Pada moment liburan datang, Ancol selalu dibanjiri oleh para pengunjung. Terutama pada libur sekolah. Ancol menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin menikmati liburan bersama keluarga mereka.
Perkembangan jaman telah menggiring masyarakat untuk semakin membuka mata lebar-lebar melihat dunia. Sedangkan dunia yang begitu luasnya, terkadang tak mampu dijangkau oleh tangan dan tubuh kita. Kecuali mereka yang memiliki uang berlebih yang bisa berpetualang berkeliling dunia. Dan bagi yang tidak bisa, tidak perlu risau ataupun khawatir. Karena Ancol telah memiliki segalanya. Kita tak perlu menunggu memiliki uang banyak untuk mengetahui dunia. Karena dunia sudah ada dalam genggaman DUFAN “Dunia Fantasi”.
DUFAN hadir sebagai satu dari tiga Theme Park pertama yang dikembangkan oleh Ancol beberapa tahun setelah pendiriannya. Hadir sebagai tempat hiburan terbesar di Indonesia, mengajak pengunjung untuk berkeliling dunia dalam hitungan jam. Pengunjung dapat melihat wahana-wahana permainan bertekhnologi tinggi dari negara-negara maju seperti Eropa, Amerika, Yunani, Asia, Afrika, dll. Disini, pengunjung terutama anak-anak dapat mengetahui kemajuan tekhnologi melalui aneka ragam mainan yang bertekhnologi tinggi. Disini pula hadir wahana perang Bintang yang mengajak pengunjung berpetualang mengarungi angkasa luar untuk berperang melawan mahluk Mars.
Tak hanya DUFAN yang mampu mengajak pengunjung mengetahui tekhnologi. Gelanggang Samudra Ancol pun tak kalah menarik hadir dengan nuansa pengetahuan alam dengan satwa airnya, seperti Lumba-lumba, Paus, dan Singa Laut. Pertunjukan aneka satwa seperti aksi Lumba-lumba yang memperlihatkan kecerdasannya dalam menjawab soal matematika. Juga kepiawaiannya dalam olah raga. Atraksi ini tidak hanya menghadirkan hiburan berupa kelucuan dari tingkah polah singa laut, Beruang Madu, atau Lumba-lumba yang menggelikan. Namun juga menjadi stimulus bagi anak untuk ikut belajar berhitung dan menyukai olah raga. Anak-anak pun dapat berinteraksi langsung dengan Lumba-lumba. Tentu, interaksi ini mendidik anak untuk berani melakukan suatu hal yang mungkin sebelumnya tidak pernah mereka lakukan.
Keunikan yang ada pada arena Gelanggang Samudra Ancol tidak hanya sebatas atraksi satwa saja. Samudra Camping Ground juga hadir melengkapi hiburan bernuansa pengetahuan. Unsur edutainment sangat kental pada wahana ini. Seperti maritime knowledge, yang menyajikan pengetahuan tentang bagaimana teknik penyelamatan di air (water rescue). Juga tambahan pengetahuan tentang biota laut dan keanekaragaman flora langka. Dengan melihat tontonan baru tersebut, pengalaman dan pengetahuan anak tentang flora dan fauna akan semakin bertambah.
Memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas tentang dunia, flora dan fauna akan menjadi nilai plus bagi seorang anak. Meskipun pengetahuan tersebut juga didapat dari sekolah tempat mereka belajar, namun beberapa hal penting diluar kegiatan pendidikan formal, akan semakin mengoptimalkan proses kreativitas seorang anak. seperti halnya kegiatan petualangan. Kegiatan petualangan mempunyai nilai yang sangat positif bagi tumbuh kembang anak. Karena pada aktivitas ini, seorang anak akan berinteraksi secara langsung dengan orang lain dan lingkungan diruang terbuka. Dengan banyak kegiatan petualangan diruang terbuka, anak akan mempelajari lebih banyak hal secara langsung. Anak pun akan mendapatkan kebebasan untuk belajar menggunakan semua indra mereka. Hal ini mendorong pola pikir kreatif dan imajinatif. Disisi lain, pembelajaran diruang terbuka juga memberikan pengalaman belajar yang kuat sehingga mereka mampu mengembangkan keterikatan dengan suatu tempat. 
Berkaitan dengan kegiatan petualangan itu pula, menjadi satu hal yang lebih menarik untuk dicoba adalah hadirnya Ecopark. Ecopark hadir dengan konsep 3 in 1, yaitu unsur wisata, pendidikan alam dan wadah menambah petualangan. Dengan area yang luas, sangat memungkinkan untuk digunakan sebagai tempat outbond. Ini dapat menjadi satu alternatif bagi sekolah-sekolah yang ingin melakukan kegiatan extra kurikuler untuk siswa diluar kelas. Petulangan yang dikemas melalui kegiatan outbond ini dapat dirancang semenarik mungkin dengan permainan kelompok. Pada kegiatan ini pula, anak akan mendapat kesempatan menempatkan diri dalam pergaulan, memahami peran, melatih kekompakan, dan yang tak kalah penting adalah menumbuhkan dan melatih sportivitas anak.
Rasa lelah yang masih melekat di badan setelah melakukan outbond takkan mengurangi keinginan anak untuk terus menjelajahi wahana berikutnya. Karena tak jauh dari area Ecopark, ada Pasar Seni yang akan memanjakan anak dan siswa sekolah untuk menikmati anjungan galeri, museum, dan artshop. Pasar Seni hadir sebagai hiburan dengan kualitas pendidikan dibidang kesenian. Di wahana ini, pengunjung dapat mengetahui banyak hal tentang hasil karya seni dari berbagai daerah, proses kreatif hingga kesempatan untuk menguji kemampuan membuat karya seni dapat dilakukan disini. Mulai dari membuat keramik, belajar melukis, membatik, mamahat atau membuat karya seni lainnya. Hingga tanpa disadari, Pasar Seni telah mempertemukan para penggemar seni dan seniman untuk saling berinteraksi, saling berinspirasi dan semakin memberi peluang untuk berkreasi.
Dengan ragam wahana yang ada tersebut, Taman Impian Jaya Ancol semakin terasa keberadaannya sebagai tempat wisata yang semakin berkualitas. Dari mengenal seni dalam negeri yang masih bersifat tradisional hingga tekhnologi canggih, mengenal flora dan fauna lebih dekat, melihat dunia laut, dan tambahan wawasan lain yang tidak bisa didapatkan dalam aktivitas pendidikan formal. Patut disadari pula bahwa pengetahuan dan pendidikan yang kita raih tidak cukup diperoleh melalui bangku sekolah. Kreasi dan kreativitas anak juga dapat diasah ditempat wisata. Nilai positif dari kreativitas itu sendiri akan mampu membuka jalan bagi anak menuju pribadi yang mandiri dan berkualitas. Kini, fakta tak dibisa dipungkiri, dan sejarahpun tak dapat menghapus kebenaran cerita bahwa Taman Impian Jaya Ancol adalah salah satu wadah sekaligus media hiburan yang tepat dan layak untuk menjadi ikon wisata edukasi yang patut untuk dikunjungi.

Kamis, 31 Januari 2013

WUJUDKAN VISI DAN MISI DENGAN INOVASI



Perkembangan industri di negeri ini semakin hari semakin sangat terasa pertumbuhannya dan semakin variatif. Percepatan pertumbuhan industri yang terjadi banyak dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan modernisasi. Industri-industri lokal pun beralih dikuasai oleh pemodal asing. Akibatnya, persaingan pasar semakin ketat dan orientasi pencapaian profit menjadi target utama tiap-tiap industri. Mereka semakin berpacu dan berkompetisi untuk mewujudkan visi dan misi masing-masing. Hingga tujuan untuk kemajuan perekonomian nasional dan pencapaian kemakmuran rakyat semakin terabaikan.

Tak dapat dipungkiri bahwa banyaknya persaingan di dunia industri telah menggeser fungsi dan potensi beberapa sektor lokal lainnya, terutama sektor pertanian. Keaslian bangsa Indonesia yang bermula sebagai negara agraris mulai redup. Sektor pertanian sudah kurang mendapat perhatian. Sedangkan masyarakat Indonesia mayoritas masih bergelut dengan pertanian. Sisi pertanian yang semakin terlupakan semakin kurang menampakkan potensinya. Dan rakyat semakin jauh dari kemakmuran. Untuk itu, perlu kiranya kita sebagai warga negara yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam memajukan perekonomian secara keseluruhan untuk bisa memikirkan dan mengerjakan segala hal demi kepentingan dan kemakmuran bersama. 

Negara Indonesia telah dikenal dunia sebagai negara agraris. Sebagai negara yang memiliki citra yang berbasis pertanian, tentu kita telah melihat secara nyata bahwa sektor pertanian di Indonesia memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Hasil bumi dari sektor pertanian inipun sangat membantu terpenuhinya kebutuhan pokok rakyat Indonesia. Dulu, sektor pertanian lebih mengandalkan hasil produksi padi. Namun, seiring perkembangannya, sektor pertanian telah berintegrasi dengan sektor perkebunan dalam memproduksi bahan-bahan pangan kebutuhan pokok. Sejarah juga telah mencatat bahwa dua sektor ini telah memberikan banyak sumbangsih bagi kemajuan perekonomian bangsa dan negara. Potensi yang sudah ada ini layak mendapatkan perhatian khusus dan tidak bisa kita abaikan.

Sebagai negara yang memiliki potensi besar atas hasil pertanian dan perkebunan, instansi pemerintah yang bertanggung jawab atas pengelolaan dua sektor tersebut diharapkan mampu mengembangkan usahanya. Pada sektor perkebunan, hasil kebun seperti kelapa sawit, karet, kakao, jagung, tembakau, teh, gula, dll telah berkembang menjadi produk yang mampu bersaing dipasaran. Negara kita telah mampu memenuhi kebutuhan pangan rakyat dan mampu mengekspor hasil pertanian maupun perkebunan tersebut. Hal ini sangat mendukung kemajuan perekonomian dan kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan. Dan PTPN, sebagai salah satu BUMN yang dibentuk sebagai organisasi pengelola sektor perkebunan, memiliki peran penting bagi pertumbuhan perekonomian. Dari hasil produk perkebunan itu sendiri, PTPN telah mampu menjadi sumber devisa. Dan sebagai bagian dari BUMN, PTPN juga mampu memberikan peluang terbukanya lapangan pekerjaan. Masyarakat sekitar perkebunan baik yang memiliki lahan maupun yang tidak memiliki lahan dapat dipekerjakan tanpa harus memiliki kemampuan khusus. Hal ini menjadi strategi dalam memaksimalkan perannya sebagai bagian BUMN yang terpercaya. Dari hasil perkebunan dan peluang yang diciptakan, PTPN juga telah mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat. Ini menjadi satu solusi yang dapat mengatasi kemiskinan dan pengangguran yang ada di Indonesia. Dan semakin berkurangnya pengangguran, lambat laun kemakmuran rakyat semakin meningkat.

Sumbangsih PTPN dalam mengatasi masalah kemiskinan dan ketenagakerjaan tidak bisa dikatakan sedikit. Tentu, ini menjadi sebuah prestasi yang bisa dijadikan contoh bagi industri sektor lain yang belum mampu memberikan kontribusinya pada rakyat dan negara. Di sisi lain, produk perkebunan juga menjadi satu celah pengembangan usaha yang berkerakyatan. 

Kita mengetahui, selama ini PTPN sebagai penghasil gula, kakao, coklat, jagung, teh, kedelai, dll. Hasil produksi pangan tersebut masih dinikmati dan dikonsumsi oleh masyarakat luas sebagai produk jadi yang langsung dikonsumsi oleh masyarakat. Seperti gula. Hasil produksi gula dari PTPN yang beredar di masyarakat masih berupa gula putih. Sedangkan perkembangan dunia industri saat ini semakin inovatif. Melihat kondisi ini, PTPN tidak bisa tinggal diam. Perlu adanya inovasi dalam produksi gula. Produk hasil perkebunan tersebut harus dapat diolah kembali menjadi produk yang lebih inovatif. Inovasi produk ini diharapkan akan mampu memberikan nilai tambah (value added) dan menjadi produk yang berbeda dipasaran. Peluang usaha inovasi produk ini pun menjadi semakin terbuka lebar sebagai produk consumer goods berbahan baku hasil kebun.

Saat ini, inovasi produk memang menjanjikan bagi sektor manapun. Dan bagi PTPN sendiri, hal ini akan menjadi tantangan baru untuk terus berinovasi. Mengingat pangsa pasar industri berbahan dasar gula sudah mulai bermunculan. Hal ini jelas akan semakin memperpanjang deretan persaingan di pasar industri. Untuk dapat bersaing, PTPN harus mampu menciptakan produk yang berbeda dan lebih fresh dari produk-produk yang sudah ada sebelumnya.

Gula sebagai produk yang bisa dikatakan sebagai komoditas utama perkebunan dibawah naungan PTPN menjadi satu dari beberapa produk andalan PTPN. Kualitas gula produksi lokal yang kita punya memang tidak kalah dari gula import. Namun tak sedikit pula masyarakat yang masih memilih gula import dari pada gula lokal. Ketertarikan masyarakat dalam memilih gula import harus menjadi bahan evaluasi bagi PTPN sebagai produsen penghasil gula lokal. Dan untuk menarik minat masyarakat agar tidak beralih pada produk import, maka gula lokal tidak hanya hadir ditengah masyarakat sebagai gula biasa saja. Dari segi harga, kualitas dan kemasan yang selama ini masih kontemporer, harus lebih menjadi perhatian dari PTPN sendiri agar tidak kalah bersaing dengan gula import. 

Kita sudah sangat mengenal apa dan bagaimana produk-produk import yang beredar di negeri ini. Masyarakatpun tak segan-segan untuk beralih minat pada produk import tersebut. Hal ini terjadi karena lasyarakat Indonesia kini sudah sangat kritis dan sangat pintar dalam memilih produk. Ditambah lagi dengan pola konsumtif yang menjadi trend masa kini. Juga tradisi “ikut-ikutan” sudah menjadi semakin marak. Kehadiran produk baru dengan brand/merek yang sudah tidak asing di telinga masyarakat dengan sendirinya akan menjadi magnet yang mampu menarik hati masyarakat luas. Begitu juga dengan gula. Tentu masyarakat luas sudah mengetahui secara pasti gula lokal. Masyarakat sudah dapat menilai bagaimana harga, rasa, dan kemasan gula lokal yang kita punya. Dengan harga yang tidak jauh berbeda dengan gula lokal, ditambah dengan rasa yang lebih manis, tentu masyarakat akan memilih gula import. Dan saat ini, tingginya harga masih menjadi keluhan masyarakat. Begitu juga dengan rasa dan kemasan. Tak jarang kita mendengar gula lokal kurang manis. Bahkan untuk membuat Teh atau Kopi segelas, kita harus membubuhkan gula beberapa sendok hingga rasa manisnya lebih terasa. Tentu hal ini berpengaruh pada konsumsi masyarakat terhadap gula. Masyarakat harus menyediakan gula berlebih agar mereka dapat memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Tingginya harga gula lokal menjadi hambatan tersendiri bagi mereka yang penghasilannya dibawah rata-rata. Kondisi seperti ini tidak bisa biarkan begitu saja. PTPN harus tahu betul kondisi masyarakat Indonesia saat ini dan tidak hanya berorientasi pada profit semata.

Untuk dapat menyeimbangkan antara kebutuhan masyarakat dan peluang PTPN dipangsa pasar, perlu adanya kerja sama antara masyarakat dengan PTPN itu sendiri. Dalam hal ini adanya jalinan hubungan kemitraan yang dapat difungsikan melalui usaha mikro. Melalui kerja sama kemitraan ini, dapat membuka komunikasi yang lebih luas antara masyarakat dan pihak PTPN. Dengan terbukanya komunikasi tersebut, diharapkan PTPN sebagai produsen kebutuhan pangan yang berupa gula dapat mengetahui selera masyarakat luas. Kerja sama ini juga diharapkan dapat terjalin secara mutualisme. Disatu sisi, PTPN mampu memenuhi target produksi, penjualan maupun profit mereka,  dan disisi lain masyarakat sendiri dapat terpenuhi kebutuhannya tanpa menimbulkan keluhan dan kekecewaannya sebagai konsumen. Dengan demikian, apa yang menjadi visi dan misi dari PTPN sendiri dapat tercapai.

Selasa, 29 Januari 2013

Bumi, Air Dan Manusia


Kesehatan mempunyai arti yang sangat penting bagi kita. Dengan tubuh yang sehat, kita dapat berfikir dengan jernih dan dapat melakukan aktivitas apapun. Sebaliknya, ketika tubuh dalam kondisi sakit, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Gerak tubuh kita terbatas karena tidak ada energi dan tenaga yang dapat mendukung untuk melakukan aktivitas. Untuk membentuk dan menciptakan diri yang sehat, tentu tubuh kita harus terjaga secara lahiriah. Menjaga tubuh agar tetap sehat tidak hanya dari pola makan yang sehat dan teratur. Namun, kebutuhan akan air menjadi faktor penting dalam membentuk tubuh yang sehat.

Untuk hidup, kebutuhan manusia akan tersedianya air bersih sangatlah banyak. Untuk dikonsumsi sebagai air minum ataupun untuk keperluan rumah tangga, seperti mencuci piring, mencuci pakaian, mandi, dan kebutuhan lainnya. Dua peran penting air tersebut tidaklah bisa disamakan. Untuk kebutuhan air minum, air harus bersih dan steril dari segala bakteri dan kuman. Air minum bisa diperoleh dengan memasak sendiri air yang diambil dari sumur hingga mendidih atau dengan cara praktis mengkonsumsi air dalam bentuk kemasan atau ini ulang dengan branch/merk yang kredibilitasnya dapat dipertanggungjawabkan. Sedangkan untuk keperluan rumah tangga, cukup dengan memanfaatkan air bersih dari PDAM, sumur, ataupun memanfaatkan aliran air sungai yang berasal dari sumber mata air dan aliran air yang bersih dan lancar.

Sebagai komponen penting yang harus dikonsumsi oleh tubuh manusia, air yang kita minum memiliki banyak kegunaan. Diantaranya untuk menjaga keseimbangan tubuh, memperlancar metabolisme, menjaga kesehatan kulit, mencegah dan mengobati berbagai penyakit yang kerap kali menyerang tubuh dan membersihkan usus dari berbagai kotoran. Tentu, kebutuhan air yang kita minum harus sesuai dengan takaran yang dibutuhkan oleh tubuh, yaitu delapan gelas dalam sehari. Dengan mengkonsumsi air minum yang cukup, fungsi organ tubuh dapat bekerja secara maksimal. Oleh karenanya, air dan manusia tidak bisa dipisahkan. 

Satu sisi yang dianggap penting adalah manusia membutuhkan air untuk kelangsungan hidupnya. Dan disisi lain yang perlu disadari pula saat ini adalah, bahwasanya resapan air di bumi semakin berkurang akibat penggunaan lahan untuk pembangunan. Keserakahan manusia telah menjadikan bumi tidak seimbang. Gunung tak lagi terlihat hijau. Tanah tak lagi mampu menyerap air. Udarapun tak lagi terasa segarnya. Bumi telah di make over oleh tangan dan pola fikir manusia yang selalu mengikuti perkembangan jaman tanpa filter yang tepat. Akibatnya, disana sini lahan telah beralih fungsi. Kebun disulap menjadi perumahan. Bukit disulap menjadi villa megah. Hingga pada akhirnya, ketersediaan sumber mata air semakin berkurang. Bumi tak lagi bisa menampung air saat hujan datang. Dan saat air tidak lagi tersedia dimuka bumi, dimanakah manusia bisa mendapatkan air?

Tak ada tempat lagi selain bumi yang bisa menjadi tumpuan utama air. Bumi adalah tempat satu-satunya bagi manusia dan mahluk hidup lainnya untuk hidup dan berkembang biak. Bahkan benda mati sekalipun masih tetap membutuhkan bumi. Antara bumi dan segenap penghuninya seharusnya menjalin suatu kolaborasi yang apik untuk menjadikan hidup ini lebih indah, nyaman, dan aman untuk ditempati. Miris rasanya melihat kondisi bumi kita saat ini. Dan ditengah-tengah kondisi bumi yang tidak seimbang ini, dan dengan kondisi apapun, manusia tetap membutuhkan air. Hingga perlu kiranya adanya kesadaran dari tiap-tiap individu untuk memperhatikan lingkungan. Memanfaatkan lahan-lahan yang kosong dengan menanam tumbuhan dan tidak mencemari sungai dengan membuang sampah pada aliran sungai. Hal ini memang sepele. Namun besar dampaknya bagi kelangsungan hidup generasi selanjutnya. 

Mungkin saat ini, sebagian dari kita menganggap bahwa menanam satu pohon tidak ada artinya. Mungkin pula sebagian dari kita menganggap bahwa membuang satu sampah plastik pada aliran sungai, segala urusan yang berhubungan dengan sampah telah selesai. Namun bisa kita tunggu beberapa waktu kemudian. Dalam hitungan hari, bulan bahkan tahun, pohon yang kita tanam akan semakin tumbuh dan besar. Begitu pula dengan aliran sungai. Waktu demi waktu, aliran sungai akan dipenuhi dengan sampah. Sampah yang menggunung membuat aliran sungai tersumbat dan kotor. Dan masyarakat yang menggunakan aliran sungai untuk keperluan mencuci ataupun mandi harus hidup berdampingan dengan lingkungan yang kotor dan tidak sehat. Oleh karenanya, dipermulaan tahun 2013 ini, resolusi untuk bumi dan air perlu dibuat. Resolusi ini berlaku bagi individu yang masih menginginkan adanya kehidupan yang lebih baik dimuka bumi ini. Menanam satu pohon per hari pada lahan-lahan kosong dan tidak lagi membuang sampah ke bantaran atau aliran sungai menjadi satu resolusi 2013 untuk menyelamatkan bumi, air dan manusia. Meskipun kita tidak secara langsung mengkonsumsi air yang keluar dari bumi, namun hanya dengan cara inilah manusia dapat bertahan hidup dengan lingkungan yang lebih baik. Menjaga ketersediaan sumber mata air untuk kebutuhan air minum dengan mengandalkan penanaman kembalipada hutan, gunung dan lahan yang telah gundul, dan menjaga aliran sungai tetap bersih untuk kebutuhan lainnya menjadi langkah positif dipermulaan tahun 2013 ini. Maka lakukanlah hal sekecil apapun saat ini untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar esok hari. Tidak ada kata terlambat untuk merubah dan memperbaiki bumi yang telah rusak. Bumi masih tetap membutuhkan uluran tangan-tangan manusia untuk menjaga ketersediaan air bersih di muka bumi ini.

Selasa, 26 Juni 2012

CEO IDAMAN, TERKENANG SEPANJANG JAMAN

Dalam piramida organisasi perusahaan, CEO berada pada level atas. Posisi yang tak mudah untuk digapai, semakin sulit untuk mempertahankan dan lebih mudah untuk jatuh. Bintang dilangit itu Puluhan..Ratusan..Bahkan ribuan.. Namun satu yang ku tunjuk dari sekian Itu dia bintang bernama “CEO” yang tertancap dilangit biru Penggalan puisi karya pribadi ini gambaran satu keinginan yang tinggi. Impian yang ada dalam deretan impian hidup. I believe I can fly I believe I can touch the sky Yakin, bahwa semua impian dapat digapai ketika keyakinan, usaha dan doa terus-menerus secara istiqomah. “CEO” impian jadi kenyataan. “CEO” sudah ada dalam genggaman. Menjadi CEO, menjadikan sikap dan karakter saya berbeda. Dulu biasa sekarang jadi luar biasa. Oleh karenanya, banyak yang harus saya lakukan. Menyusun skedul hari Senin. Meeting hari Selasa. Melaksanakan program dari Rabu hingga Sabtu. Efektif bekerja enam hari kerja. Bekerja dari jam 08.00 hingga jam 16.00. Menerapkan “say no to overtime”. Lembur hanya untuk yang mengejar deadline laporan keuangan akhir bulan. Tidak ada lembur diterapkan dengan tujuan untuk mendisiplinkan karyawan dalam bekerja. Memaksimalkan waktu bekerja dengan tanpa terbuang sia-sia. Bekerja tanpa banyak bicara. Bekerja dengan hati tanpa sikut-sikutan. Bekerja tepat waktu sesuai dengan jadwal. Punishment ketika telat datang dengan potong gaji dan menambah jam kerja. Bukan ingin bekerja dengan sistem kerja romusha. Namun upaya membudidayakan kedisiplinan dan ketertiban dalam perusahaan. Prestasi. Itulah yang diharapkan dari akhir kedisiplinan dalam bekerja. Karyawan berprestasi akan diberi reward dengan perhitungan penilaian kinerja dalam setahun. Reward berupa piagam dan sejumlah uang tunai yang diberikan setiap tahun dalam acara Year End Meeting. Reward diberikan bukan tanpa alasan. Reward dalam bentuk apapun dapat menjadi pemicu semangat pagi karyawan. Reward tidak hanya berupa benda, namun juga bisa berupa pujian. Pujian termasuk kategori penghargaan murah meriah namun bernilai tinggi. Apalagi pujian itu diberikan dihadapan teman karyawan lainnya. Akan menjadi kebanggan tersendiri bagi yang bersangkutan. CEO itu leader. Leader menjadi sorotan publik. Selalu duduk dibaris depan dan selalu diminta untuk menjadi pembicara dalam acara-acara penting dalam perusahaan. Oleh karenanya, saya selaku CEO selalu mengembangkan kemampuan dan pengetahuan saya terutama tentang motivasi. Saya ingin kehadiran saya ditengah-tengah mereka menjadi seseorang yang mampu memberi motivasi. Memberi semangat dan ingin selalu menyampaikan apa yang saya ketahui. Berbagi pengetahuan agar mereka juga bisa maju. Saya ingin menanamkan pada diri mereka untuk selalu belajar dan belajar. Membuka mata dan telinga pada pengetahuan baru yang bermunculan. Displin. Kata yang mudah diucapkan namun sulit untuk dilaksanakan. Kesulitan akan hilang jika kita mendidik diri untuk selalu on time dan adil. Bagi saya, disiplin itu dimulai dari datang ke kantor tepat waktu. Bahkan diusahakan bisa datang lebih awal sebelum karyawan lain datang. Dan saat mereka datang, saya sapa mereka dengan “selamat pagi” dan memberikan sedikit senyuman yang tulus. Semua itu saya lakukan tanpa pamrih. Hanya sebagai ungkapan bahwa hidup rukun dan berdampingan dengan beberapa karakter yang berbeda itu ternyata indah dan membuat suasana kantor tidak membosankan. Datang lebih pagi dari karyawan lain juga akan lebih memperlancar aktivitas kita. Dibandingkan dengan karyawan yang suka telat datang, kerja tidak fokus karena takut dimarahi atau kena SP (surat peringatan). Banyak keuntungan yang saya dapatkan dengan posisi CEO di group Bakrie. Secara financial, tak perlu diragukan. Dan hal utama yang menjadi kebanggan saya menjadi CEO bakrie adalah pengalaman yang berharga. Dapat dikatakan, bekerja dengan dasar SWOT membuat saya dapat menilai secara keseluruhan bahwa Group Bakrie itu: 1. Strenght. Group perusahaan Bakrie berdiri sudah lama. Dapat pula dikategorikan sebagai perusahaan yang sudah tua namun tetap eksis. Menjadi bagian dari CEO Group Bakrie menjadikan saya tahu banyak hal dalam bisnis. Banyak pondasi yang menjadikan bisnis Bakrie masih berdiri dan kokoh dikakinya sendiri. Kekuatan itu terletak pada eksistensi Abu Rizal Bakrie atau yang kita kenal dengan sebutan Ical. Kemampuanya dalam berbisnis patut diacungin jempol. 2. Weakness Ada kekuatan ada juga kelemahan. Memang, kelemahan dalam berbisnis selalu ada dan terkadang tak bisa dihindari. Hingga kini kasus lumpur Lapindo masih belum terselesaikan dengan baik. Kasus ini menjadi sandungan besar bagi group Bakrie. Semua kalangan merasakan ketidakadilan akibat menyemburnya lumpur dari bawah tanah itu. Saya, sebagai CEO masih berusaha keras menyelesaikan dengan pihak manajemen. Harapan saya apa yang memang menjadi hak korban lumpur Lapindo dapat segera terselesaikan sampai tuntas. Kekecewaan yang begitu dalam masih dirasakan oleh masyarakat yang menjadi korban Lapindo. Saya dan pihak manajemen sudah mentargetkan penyelesaian kasus lumpur Lapindo dapat selesai akhir tahun ini. Dan masyarakat diharapkan untuk lebih sabar hingga hubungan group Bakrie dengan masyarakat bisa lebih baik. 3. Opportunity Tak banyak orang yang bisa melihat kesempatan. Keberhasilan group Bakrie dalam menjalankan bisnis adalah kepintaran pelaku bisnis dalam memanfaatkan kesempatan. Banyak peluang yang selalu dimanfaatkan oleh Group Bakrie dalam mengembangkan bisnis. Terbukti, Group Bakrie menggeluti berbagai macam bisnis dan semuanya dapat dikategorikan berhasil. 4. Threat Semakin tinggi pohon semakin kencang angin berhembus. Keberhasilan bisnis yang dikelola oleh Group Bakrie bukan tanpa batu sandungan. Batu sandungan selalu hadir bukan hanya sebagai penghalang namun juga sebagai ancaman. Semakin berhasil, semakin banyak pula ancaman yang datang. Salah satu ancaman terbesar Group Bakrie saat ini adalah kasus Lumpur Lapindo dan politik. Kita semua tahu bahwa saat ini Abu Rizal Bakrie menjadi salah satu nama yang mencalonkan diri dalam pemilihan presiden. Tak ada politik yang tak kejam. Menghalalkan segala cara identik dengan kebusukan yang bersembunyi dibalik politik. Akan ada banyak mata yang mengintai majunya Abu Rizal Bakri. Celah untuk meruntuhkan nama besar Bakrie bisa saja dilakukan melalui bisnis. Dan saya, sebagai CEO sebisa mungkin dan bahkan harus memilah antara urusan bisnis dan politik. Bagi saya, bisnis adalah bisnis. Tidak bisa dicampur adukkan dengan politik. Jika ada rival politik yang berusaha merusak reputasi Bakrie dengan berusaha menghancurkan bisnis, saya akan bertindak tegas. Bisnis berjalan karena adanya tim. Bisnis hancur, maka tim tidak akan tinggal diam. Sedangkan masalah politik adalah masalah diluar bisnis yang berkaitan dengan partai. Berkaitan dengan kasus Lapindo, sebagai CEO saya akan secepat mungkin membicarakan keputusan manajemen. Dan jika menurut saya keputusan itu masih merugikan para korban, saya tidak akan tinggal diam. Bagaimanapun juga, korban selalu dipihak yang dirugikan. Kerugian harus tetap diganti dengan selayaknya. Posisi CEO memang posisi yang sangat prestise dalam organisasi besar sekelas Group Bakrie. Namun yang terpenting bagi saya adalah bagaimana saya bisa memaksimalkan posisi ini menjadi suatu keberhasilan yang barokah. Bermanfaat bagi diri saya, keluarga, saudara, dan masyarakat luas. Semoga kedepannya Group Bakrie bisa lebih baik hingga bisa merangkul masyarakat luas untuk maju bersama-sama.

Senin, 25 Juni 2012

Mitos dan Keindahan Alam; Dua Sisi Menuju Kesempurnaan Wisata
Mitos itu masih melekat di masyarakat sekitar. Adanya cerita tentang ular besar yang dulu bertapa disekitar pantai masih menjadi berita yang tidak bosan untuk kita dengar. Mitos dan keindahan alam. Dua sisi yang bertolak belakang namun perfect saat tersaji dengan kemasan yang menarik. Dan bagaimana dengan pantai Watu Ulo yang memiliki cerita tentang ular? Penasaran? Welcome to “The Watu Ulo Beach Story”.
Watu itu batu. Dan Ulo itu ular. Nama pantai Watu Ulo sudah sering didengar oleh masyarakat, terutama masyarakat Jember dan sekitarnya. Cerita yang sudah tercipta bahwa dahulu ada seekor ular yang bertapa di tepi pantai. Entah apa tujuan ular itu bertapa disana, yang jelas ketika permohonannya terkabul, ular itu berubah bentuk menjadi batu yang bersisik. Letak batu itu menjulur ke arah laut membentuk deretan batu bersisik seperti ular. Cerita itu dapat kita buktikan saat kita melihat langsung bagaimana bentuk batu yang mirip ular bersisik itu.
Pantai Watu Ulo tak beda jauh dengan pantai Parang Tritis. Sama-sama menyimpan satu cerita dan mitos-mitos tertentu. Dan keberadaan pantai Watu Ulo yang masih berada pada rangkaian pantai selatan semakin menambah aroma mistis yang beredar. Adanya pengunjung yang terhanyut arus ombak yang juga diduga sebagai korban atau tumbal dari penguasa pantai selatan membuat nama tempat wisata ini semakin berwarna. Namun cerita-cerita dibalik deretan pantai selatan belum seberapa dibandingkan dengan keindahan dan keelokan pantainya. Rasa takur dan penasaran akan cerita ular seolah sirna saat kaki menginjakkan area pantai. Menginjak pasir yang empuk dipinggir pantai, dan air pantai yang tak segan-segan menghampiri kaki meski hanya sekedar membasahi sebatas mata kaki. Dan ketika sedikit melangkahkan kaki, mata kita akan dimanjakan dengan pemandangan air yang jernih dan biru seolah mengajak pengunjung untuk membaur dengan ombak yang sesekali menghempaskan dirinya pada batu-batu yang bentuknya mirip ular bersisik itu. Ditambah dengan suara ombak yang menderu-deru beriringan dengan hembusan angin yang tidak lagi sepoi-sepoi. Bukan lagi angin yang membelai nyiur di pantai, melainkan angin yang seolah ingin berperang dengan arusnya ombak. Saling menghantam, tenang, dan mengantam lagi. Begitu seterusnya tiada henti. Proses alam yang begitu alami dan indah, dan tak ada satu pun yang dapat menghalangi ombak untuk terus bergulung, mengalir, menerjang dan mengalir lagi. Menakjubkan.
Deretan pantai selatan memang menakjubkan. Selain pemandangannya yang alami, ombak pun tak mau kalah. Besar dan hemmm.. jangan sekali-kali berenang terlalu jauh. Bisa-bisa badan kita akan terseret arus ombak besar hingga jauh ke dalam dan tak bisa kembali. Pantai yang sempurna, semakin indah dengan ombaknya.
Kesempurnaan pantai Watu Ulo juga terlihat dengan hadirnya gunung dan hutan yang berada disekitar pantai. Ditambah dengan bentangan pasir sepanjang pantai. Cocok sekali untuk menikmati sunset di sore hari.
Disisi lain, pantai Watu Ulo begitu unik. Terdapat goa Jepang yang dulunya digunakan oleh tentara Jepang sebagai tempat pengintaian musuh dan goa Kelelawar yang merupakan sarang kelelawar. Di goa itu akan kita jumpai ratusan ribu kelelawar. Adanya goa yang berdekatan dengan pantai menambah eksotika pantai dengan aroma mistis. Banyak orang yang memanfaatkan goa tersebut untuk meditasi atau bertapa. Hingga tak sedikit pula banyak orang yang menganggap goa itu keramat.
Elok, eksotik, dan mistis. Keelokan dan eksotika pantai Watu Ulo terbentuk secara alami. Sedangkan ritual masyarakat dan mitos yang ada terbentuk karena tradisi yang masih berlangsung hingga kini. Dua perpaduan ini semakin melengkapi nama besar pantai Watu Ulo. Di luar itu, apapun cerita yang terbentuk di masyarakat, pantai Watu Ulo adalah sebuah keindahan alam. Diciptakan untuk dinikmati dan disyukuri. Bukti kekuasaan Allah sang Maha Pencipta.